Abdullah Rudolf Smit : Kita Hanya Menjadi Diri Kita Sendiri
oleh : Rivanli Azis (Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand Padang)
Ada yang menarik pada kuliah umum kewirausahaan yang diadakan Unand pada tanggal 23 Januari 2009.Jika kebanyakan narasumber berbicara trik sukses maka tidak demikian halnya dengan Abdullah Rudolf Smit, Sang Love Warrior atau Pendekar Cinta. Rudolf, begitu ia biasa dipanggil lebih banyak berbicara tentang kebahagiaan untuk mencapai sebuah kesuksesan.Kesuksesan itu tidaklah ditandai dengan kekayaan yang berlimpah,perusahaan yang banyak,karyawan yang ribuan,tabungan yang milyaran atau mobil yang mengkilat melainkan kesuksesan itu ditandai dengan kebahagiaan dan keikhlasan untuk menjalani hidup ini apa adanya.Kalau patokan kesuksesan adalah harta maka itu hanya bersifat duniawi.Akan habis didunia dan tidak akan menolong kita diakhirat kecuali diinfakkan di jalan Allah.Siapa bilang orang kaya itu akan tentram hidupnya?Siapa bilang orang kaya itu bahagia?Namun hal ini tidak berarti kita tidak boleh kaya.Kita boleh kaya asalkan dengan kekayaan itu kita merasa bahagia.Buat apa kaya kalau tidak bahagia.Maka bersyukurlah setiap rezeki yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepada kita semua.Allahlah yang mengatur segalanya.
Burung-burung yang beterbangan kesana kemari sudah ada yang menjamin rezekinya.Burung-burung tersebut tidak akan kelaparan.Burung-burung tersebut tidak akan kehausan dan tetap akan hidup sebelum ajal menjemputnya.Siapakah yang mengatur alam ini sehingga tidak ada kekacauan dijagat raya ini?Semuanya bermuara pada Allah SWT.Jika Allah bertindak Kun Fa Yakun (jadilah,maka jadilah ia) maka tidak ada sesuatu kekuatan apapun yang mampu menolaknya atau menandinginya.Allah tidaklah duduk disinggasananya.Alah tidaklah sama dengan makhluknya.Kalau sama dengan makhluk percuma ada Allah.Karena kalau sama dengan kita pasti ada kelemahan dan kekurangan.Sedangkan Allah menurut Al-Qur’an tidaklah demikian.Bagi yang ingin mengenal Allah jangan tanya bagaimana rupanya tetapi kenali bentuk-bentuk penciptaannya yang sungguh menakjubkan.Lihatlah alam raya ini.Orang minang bilang “Alam Takambang Jadi Guru”.Alam mengajari kita bagaimana menjalani hidup ini.Api mati karena disiram air.Kemarahan akan lenyap karena ketenangan dan kelembutan.Maka bagi yang marah berwudhulah.Itulah keserasian alam dengan Islam.
Rudolf menyelesaikan pendidikan tingginya diluar negeri.S1 sampai dengan S3 diselesaikan diluar negeri.S3 dijalani di Amerika hanya satu tahun.Beliau meraih gelar doktor dibidang Tourism Management.Pendidikan tinggi tersebut diselesaikan tanpa ada bantuan sepersenpun dari orang tua.Semuanya dijalani dengan biaya sendiri.Kuliah dan kerja merupakan aktifitas sehari-hari.Pendidikan di Barat mengenal moving class.Kita bisa menyesuaikan waktu kuliah dengan kerja kita.Kuliah selesai dan kerjapun lancar.Di Barat perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan dosen dihargai sepanjang pendapat yang kita pegang dapat dibuktikan secara ilmiah.Berbeda dengan negeri Indonesia dimana sebahagian dosennya tidak mau mengakui kemampuan mahasiswanya.Selalu pendapat ia yang benar dan mahasiswa harus patuh.Kalau tidak siap-siap nilainya terancam bahkan bisa gagal.Wajar saja pendidikan di Indonesia anjlok.Malaysia yang dulu belajar sama kita sekarang malah mengajari kita.Banyak generasi muda Indonesia yang menempuh pendidikan di Malaysia.
Rudolf berasal dari keluarga yang pas-pasan.Pada usia 14 tahun sudah mengalami mati suri.Pada saat mati suri ini beliau diperlihatkan adanya Surga dan Neraka.Adik-adiknya mengalami cacat dan ada yang meninggal dunia.Makanya Rudolf ketika melihat adanya pengemis,anak jalanan ataupun orang cacat maka rasa kemanusiaannya akan tersentuh.Terbayang anggota keluarganya.Maka berterima kasihlah kita pada anak jalanan,pengemis, dan orang-rang lemah.Karena dengan mereka kita bisa menunaikan kewajiban kita 2,5 % dari penghasilan kita.Temui mereka dan tunaikanlah hak mereka.Ucapkanlah terimakasih pada mereka.Jangan tunggu mereka mengucapkan terimakasih pada kita.Zakat yang kita berikan tidaklah mengurangi harta kita.Allah menjanjikan harta kita akan bertambah.Siapa yang bersyukur kepada-Nya maka Allah akan menambah nikmat-Nya.Maka jangan sekali-kali ada niat untuk mengkufuri nikmat Allah SWT.
Walaupun alumnus doktor manajemen pariwisata tetapi Rudolf lebih dikenal sebagai Doktor Cinta atau Love Warrior.Cinta tidaklah hanya untuk pasangan hidup akan tetapi cinta juga untuk Allah dan Rasulnya,cinta untuk orang tua,dan cinta untuk kakak-adik.Jika orang beranggapan cinta hanya untuk teman wanita yang “spesial” itu hanya semu belaka.Ada cinta yang lebih hakiki yaitu Cinta pada Sang Pencipta dan Kekasih-Nya Rasulullah SAW.Cinta Kasih merupakan dorongan dari hati nurani yang bersih untuk menjalani dan memberikan sesuatu tanpa keterpaksaan dan tanpa mengharapkan imbalan dari orang dikasihi dan diberi.Berikanlah sesuatu dengan ikhlas.Percuma kita memberi kalau tidak ikhlas.Keikhlasan yang akan membawa kebahagiaan.Rasa bahagia yang meluap akan membawa kita kepada kesuksesan.Sukses di Dunia dan di Akhirat.
Kewirausahaan sebenarnya adalah sikap mental kita.Pantang menyerah,gigih,berani,tidak takut dan beragam trik sukses yang telah disampaikan oleh beberapa Pengusaha Sukses Indonesia semuanya berawal dari mental atau kepribadian.Maka bagi yang merasa tidak cantik,ganteng,pandai,cerdas dan kaya segera hilangkan sikap itu.Kita harus membangun rasa kepercayaan diri yang mantap.Percaya diri merupakan awal dari sebuah kesuksesan yang akan menyertai kita.Percaya diri akan membangkitkan semangat berwirausaha.Percaya diri akan menumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap langkah yang kita tempuh.Kita bahagia dengan jalan yang kita tempuh.Itulah kesuksesan yang sesungguhnya.Tersenyumlah maka dunia akan tersenyum.Senyum akan membuat kita semangat menjalani bisnis atau pekerjaan apapun yang kita tempuh.Walaupun bisnis tersebut dari sisi finansial kurang namun kita tetap senyum menjalaninya.Apa sulitnya senyum ?Kalau susah senyum maka pergilah ke Jepang untuk sekolah senyum.Disana disediakan sarana dan prasarana untuk senyum.Tersenyumlah, Sebab Allah sudah menjamin rezeki kita masing-masing.Jangan takut miskin,Jangan takut lapar dan jangan takut gagal.Karena kegagalan sebenarnya adalah kesuksesan yang tertunda.
Setiap orang punya keunikan tersendiri.Dalam dunia ini hanya ada satu Bob Sadino,hanya ada satu Andrie Wongso dan hanya ada satu Rudolf Smit.Bob Sadino tidak bisa jadi Andrie Wongso dan Andrie Wongso tidak bisa jadi Rudof Smit.Semuanya sudah ada yang mengatur.Yaitu Allah SWT.Jadi jangan berharap kita bisa seperti Bob Sadino atau Basrizal Koto.Kita hanya bisa mewarisi semangatnya.Sangat janggal rasanya kalau kita ikut bercelana pendek seperti Bob Sadino.Apa kata dunia ?
Ketika Rudof Smit memutuskan masuk Islam pada tahun 1997 Ibunya tidak marah.Malahan Ibu bahagia dengan jalan yang ditempuh oleh Anaknya.Ibunya akan senang jika anaknya merasa bahagia dengan agama yang dianutnya.Itulah cinta kasih seorang Ibu pada anaknya yang murni.Walapun sebelumnya Ibu Rudolf Smit anti Islam namun ketika Rudolf Smit nyaman dengan agama yang dianutnya, Ibu malahan mendukungnya.Sungguh mulianya hati seorang Ibu.Sehingga wajar kiranya jika Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk berbakti dan hormat pada Ibu tiga kali lipat dibandingkan seorang Bapak.Karena Ibulah yang mengandung kita,melahirkan kita,merawat dan membesarkan kita.Mempertaruhkan nyawa untuk kelahiran kita.Akankah kita melawan pada Ibu?Masihkah kita mengomel pada Ibu?Tegakah kita menolak perintah Ibu?Pernahkah kita mengucapkan “I Love You Mom” ?Adakah kita peduli pada hari tuanya?Maka hormatilah Ibu.Kasih Ibu tidak ada batasnya.
Dalam berwirausaha tidak ada yang instant.Semuanya berproses.Namun kita cenderung bersikap instant.Kopi Instant,Mi Instant dan segala instant lainnya.Lalui setiap proses dengan cinta kasih.Kita hanya menjadi diri kita sendiri.Tidak menjadi orang lain.Maka mintalah inayah pada Sang Pencipta.Sebab manusia itu bersifat lemah.Mintalah kekuatan pada Allah agar mampu menapaki hidup yang penuh perjuangan ini.
Senin, 26 Januari 2009
Rio Mantofani
Rio Mantofani : Siapa Bilang Cucian Motor Tak Bergengsi
Oleh : Rivanli Azis
(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand)
Rio Mantofani hadir memberikan motivasi berwirausaha kepada segenap mahasiswa Unand pada kuliah umum kewirausahaan tanggal 16 Januari 2009 kemarin.Rio Mantofani merupakan direktur sebuah usaha pencucian motor yang bernama Mr.Bongkeng.Sebuah nama yang cukup asing ditelinga Mahasiswa dan jarang terdengar.Rio memang sengaja membuat nama usahanya yang unik untuk membangun Brand Image yang bagus.Sebuah nama usaha menentukan berhasil atau tidaknya sebuah usaha.Betapa tidak,dengan nama yang unik apapun usaha yang akan dilakoni oleh setiap orang akan cepat berhasil.Misalnya jika mengingat Mr.Bongkeng maka yang terbayang adalah sebuah usaha pencucian motor.Bahkan Rio Mantofanipun identik dengan Mr.Bongkeng sehingga mengalahkan nama sebenarnya.Jadi,bagi kita yang ingin berbisnis mulailah dengan memikirkan sebuah nama usaha.Jangan asal pilih.Pilihlah sebuah nama yang unik untuk mengingatkan orang bahwa nama tersebut identik dengan usaha kita.
Pada mulanya Rio berbisnis krom besi pada tahun 2000.Bisnis krom ini cukup bergengsi waktu itu.Rio mulai tertarik berbisnis cucian motor setelah melihat kenyataan dilapangan masih sedikit Pengusaha yang bergerak dibidang cucian motor.Sementara lahan masih banyak dan prospeknya cerah karena makin lama semakin banyak pengendara kendaraan bermotor.Mulailah Rio banting stir membuka outlet cucian motor pertama di Siteba.Semula usaha ini diejek oleh keluarga Rio sendiri.Bahkan istrinya menyuruh untuk tutup saja.Alasannya sederhana bisnis cucian motor tidak bergengsi.Beragam tantangan yang dihadapi oleh Rio.Namun itu semua tidak menghalangi niat Rio untuk totalitas dibidang cucian motor.Apalagi Rio memilih bisnis ini karena bisnis krom makin lama makin tidak menjanjikan.Sementara kebutuhan makin lama semakin meningkat.Maka keluarlah energi yang tak diduga-duga dan orang mengenalnya dengan Energi Kepepet (the power of kepepet).Kadangkala kepepet akan membuat seseorang pikirannya akan cemerlang dan cerdas menyiasati situasi.Itu pulalah yang dialami oleh Rio.Pikirannya yang semula buntu mendadak cemerlang ketika melihat kenyataan dilapangan dan melakukan survey kecil-kecilan di Pasar.Dan setiap orang punya energi kepepet ini.Manfaatkanlah energi kepepet yang ada dalam diri kita sendiri.
Rio yang merupakan lulusan SMF Padang dan sempat kuliah di Arsitektur UBH Padang mengutamakan Pelayanan (service) dalam bisnis cucian motor ini.Dalam menghadapi kompetitornya yang semakin lama semakin banyak, Rio memberikan kenyamanan menunggu pada pengendara dengan mendirikan sebuah usaha makanan dan minuman disamping outlet cucian motor dan membuka usaha warnet (warung internet) sehingga langganan tidak jenuh.Pelayanan lainnya adalah adanya kompesor dan semir ban yang memberikan nuansa tersendiri kepada pelanggan sehingga tidak sia-sia harus mengeluarkan uang Rp.10.000 untuk mencuci motor di Mr.Bongkeng.Rio mengutamakan kepuasan pelanggan terlebih dahulu.Jika pelanggan sudah puas berapapun diminta pelanggan akan ikhlas membayar upah cucian.
Berbicara laba/keuntungan Rio secara blak-blakan mengungkapkan 40% dari angka penjualan merupakan keuntungan.Saat ini Rio memiliki 4 oulet cucian motor dengan jumlah kendaraan 100-200 motor/hari setiap outlet.Jika masing-masing outlet 100 motor per hari maka keuntungan yang diperoleh adalah 400xRp.4000=Rp.1.600.000 (satu juta enam ratus ribu rupiah).Sebuah angka yang cukup lumayan dan membantah anggapan bahwa cucian motor tidak bergengsi.
Pada awalnya Rio mengaku usaha cucian motor ini hanya sedikit pelanggan yang didapatnya.3 (tiga) bulan pertama bisa dihitung dengan jari pelanggan yang didapatnya.3 (tiga) bulan berikutnya semakin banyak orang yang mencuci motor dioutletnya.Makin lama semakin bertambah pelanggannya.Saking banyaknya maka dibukalah cabang sehingga sampai saat ini ada 4 (empat) buah outlet cucian motor dengan penghasilan yang lumayan.
Dengan kesuksesannya ini maka datanglah pihak Bank menawarkan kreditnya.Disinilah cerdiknya orang bank.Kalau sudah berhasil dan menguntungkan maka barulah pihak bank ikut nimbrung menumpang untung.Padahal seharusnya Pihak Bank jika ingin membantu Pengusaha kecil bantulah disaat awal-awal berdirinya,bukan pada saat ia sudah berhasil.Kalau sudah sukses buat apa kredit lagi dari pihak bank.Ketika Rio ditawari kredit oleh Bank dan Rio meminta kredit satu milyar rupiah, pihak bank malahan mundur.
Rio memandang aset yang berharga dalam bisnis cucian motor ini adalah karyawan.Karyawan yang ada sudah paham akan bisnis ini dan jangan sampai kesejahteraan karyawan terbengkalai.Karyawan yang baru direkrut akan susah beradaptasi dibandingkan karyawan yang lama dan biasanya karyawan yang baru diajari lebih dulu.Hal ini menambah beban perusahaan.Makanya Rio tetap mempertahankan karyawan yang lama dan sudah bersamanya sejak berdiri usaha cucian motor tersebut.
Ada satu hal yang terlupakan bagi Rio sehingga menjadi masukan yang berharga yaitu masalah lingkungan.Deterjen yang digunakan untuk mencuci motor tentu berefek pada lingkungan.Belum lagi masalah saluran pembuangan air bekas cucian motor.Disini aspek lingkungan menjadi pertimbangan untuk mengembangkan bisnis cucian motor ini.Jangan sampai demi tercapainya keuntungan yang berlipat lingkungan menjadi rusak.
Oleh : Rivanli Azis
(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand)
Rio Mantofani hadir memberikan motivasi berwirausaha kepada segenap mahasiswa Unand pada kuliah umum kewirausahaan tanggal 16 Januari 2009 kemarin.Rio Mantofani merupakan direktur sebuah usaha pencucian motor yang bernama Mr.Bongkeng.Sebuah nama yang cukup asing ditelinga Mahasiswa dan jarang terdengar.Rio memang sengaja membuat nama usahanya yang unik untuk membangun Brand Image yang bagus.Sebuah nama usaha menentukan berhasil atau tidaknya sebuah usaha.Betapa tidak,dengan nama yang unik apapun usaha yang akan dilakoni oleh setiap orang akan cepat berhasil.Misalnya jika mengingat Mr.Bongkeng maka yang terbayang adalah sebuah usaha pencucian motor.Bahkan Rio Mantofanipun identik dengan Mr.Bongkeng sehingga mengalahkan nama sebenarnya.Jadi,bagi kita yang ingin berbisnis mulailah dengan memikirkan sebuah nama usaha.Jangan asal pilih.Pilihlah sebuah nama yang unik untuk mengingatkan orang bahwa nama tersebut identik dengan usaha kita.
Pada mulanya Rio berbisnis krom besi pada tahun 2000.Bisnis krom ini cukup bergengsi waktu itu.Rio mulai tertarik berbisnis cucian motor setelah melihat kenyataan dilapangan masih sedikit Pengusaha yang bergerak dibidang cucian motor.Sementara lahan masih banyak dan prospeknya cerah karena makin lama semakin banyak pengendara kendaraan bermotor.Mulailah Rio banting stir membuka outlet cucian motor pertama di Siteba.Semula usaha ini diejek oleh keluarga Rio sendiri.Bahkan istrinya menyuruh untuk tutup saja.Alasannya sederhana bisnis cucian motor tidak bergengsi.Beragam tantangan yang dihadapi oleh Rio.Namun itu semua tidak menghalangi niat Rio untuk totalitas dibidang cucian motor.Apalagi Rio memilih bisnis ini karena bisnis krom makin lama makin tidak menjanjikan.Sementara kebutuhan makin lama semakin meningkat.Maka keluarlah energi yang tak diduga-duga dan orang mengenalnya dengan Energi Kepepet (the power of kepepet).Kadangkala kepepet akan membuat seseorang pikirannya akan cemerlang dan cerdas menyiasati situasi.Itu pulalah yang dialami oleh Rio.Pikirannya yang semula buntu mendadak cemerlang ketika melihat kenyataan dilapangan dan melakukan survey kecil-kecilan di Pasar.Dan setiap orang punya energi kepepet ini.Manfaatkanlah energi kepepet yang ada dalam diri kita sendiri.
Rio yang merupakan lulusan SMF Padang dan sempat kuliah di Arsitektur UBH Padang mengutamakan Pelayanan (service) dalam bisnis cucian motor ini.Dalam menghadapi kompetitornya yang semakin lama semakin banyak, Rio memberikan kenyamanan menunggu pada pengendara dengan mendirikan sebuah usaha makanan dan minuman disamping outlet cucian motor dan membuka usaha warnet (warung internet) sehingga langganan tidak jenuh.Pelayanan lainnya adalah adanya kompesor dan semir ban yang memberikan nuansa tersendiri kepada pelanggan sehingga tidak sia-sia harus mengeluarkan uang Rp.10.000 untuk mencuci motor di Mr.Bongkeng.Rio mengutamakan kepuasan pelanggan terlebih dahulu.Jika pelanggan sudah puas berapapun diminta pelanggan akan ikhlas membayar upah cucian.
Berbicara laba/keuntungan Rio secara blak-blakan mengungkapkan 40% dari angka penjualan merupakan keuntungan.Saat ini Rio memiliki 4 oulet cucian motor dengan jumlah kendaraan 100-200 motor/hari setiap outlet.Jika masing-masing outlet 100 motor per hari maka keuntungan yang diperoleh adalah 400xRp.4000=Rp.1.600.000 (satu juta enam ratus ribu rupiah).Sebuah angka yang cukup lumayan dan membantah anggapan bahwa cucian motor tidak bergengsi.
Pada awalnya Rio mengaku usaha cucian motor ini hanya sedikit pelanggan yang didapatnya.3 (tiga) bulan pertama bisa dihitung dengan jari pelanggan yang didapatnya.3 (tiga) bulan berikutnya semakin banyak orang yang mencuci motor dioutletnya.Makin lama semakin bertambah pelanggannya.Saking banyaknya maka dibukalah cabang sehingga sampai saat ini ada 4 (empat) buah outlet cucian motor dengan penghasilan yang lumayan.
Dengan kesuksesannya ini maka datanglah pihak Bank menawarkan kreditnya.Disinilah cerdiknya orang bank.Kalau sudah berhasil dan menguntungkan maka barulah pihak bank ikut nimbrung menumpang untung.Padahal seharusnya Pihak Bank jika ingin membantu Pengusaha kecil bantulah disaat awal-awal berdirinya,bukan pada saat ia sudah berhasil.Kalau sudah sukses buat apa kredit lagi dari pihak bank.Ketika Rio ditawari kredit oleh Bank dan Rio meminta kredit satu milyar rupiah, pihak bank malahan mundur.
Rio memandang aset yang berharga dalam bisnis cucian motor ini adalah karyawan.Karyawan yang ada sudah paham akan bisnis ini dan jangan sampai kesejahteraan karyawan terbengkalai.Karyawan yang baru direkrut akan susah beradaptasi dibandingkan karyawan yang lama dan biasanya karyawan yang baru diajari lebih dulu.Hal ini menambah beban perusahaan.Makanya Rio tetap mempertahankan karyawan yang lama dan sudah bersamanya sejak berdiri usaha cucian motor tersebut.
Ada satu hal yang terlupakan bagi Rio sehingga menjadi masukan yang berharga yaitu masalah lingkungan.Deterjen yang digunakan untuk mencuci motor tentu berefek pada lingkungan.Belum lagi masalah saluran pembuangan air bekas cucian motor.Disini aspek lingkungan menjadi pertimbangan untuk mengembangkan bisnis cucian motor ini.Jangan sampai demi tercapainya keuntungan yang berlipat lingkungan menjadi rusak.
Sabtu, 17 Januari 2009
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2009
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2009
Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2009, Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) telah menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis (LKT). LKT bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat umum. Lomba ini diikuti oleh 121 peserta, yang terdiri atas peserta dari kalangan anggota TNI AL beserta keluarga dan dari umum (mahasiswa/pelajar/umum).
Setelah melalui proses penjurian dan penilaian dapat ditentukan 6 peserta terbaik dari TNI AL dan 6 peserta terbaik dari umum. Adapun peserta terbaik dari TNI AL, adalah:
1. Mayor Laut (KH) Ir Muhammad Binsar, MM NRP 11197/P, pamen Diskumal dengan karyanya “Paradigma Era Baru Abad Millenium Teknologi Cybernet dan Cyberwar, Force Net dgn Strategik C51SR pd SSAT”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000, 00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.
2. Mayor Laut (S) Yohanis Bassang, SE., M.Si NRP 11309/P, pamen Spamal dengan karyanya “Optimalisasi Pengamanan Selat Malaka Guna Mewujudkan Keamanan Di Asia Tenggara”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.
3. Mayor Laut (P) Teguh Prasetya NRP 12632/P, pamen Satfib Koarmabar dengan karyanya “Upaya Strategi Pertahanan Negara Dalam Menyikapi Sengketa Negeri Serumpun”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.
4. Mayor Laut (KH) Martinus DAW, SS,SH,MAP NRP 11795/P, pamen Puspenerbal dengan karyanya “Kampungku Bajo Di Atas Karang Laut”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.00,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
5. Sertu Mar M Syafrudin NRP 70979, Ba Dispen Kormar dengan karyanya “Upaya Pencegahan Kasus XXX Di Lingkungan TNI AL”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
6. Kapten Laut (P) Pendi Silalahi NRP 12874/P, Pama Satban Koarmabar dengan karyanya “Membangun Sistem Pertahanan Keamanan Negara Di Bidang Maritim Dengan Image Building”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
Sementara peserta terbaik dari umum, adalah:
1. Muhyin mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dengan karyanya “Penerapan Moving Antena Berbasis Propagasi Sinyal Bagi Kapal Perikanan Guna Menjaga Kekayaan Laut Di Wilayah Perairan Indonesia”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.
2. Amelya Gustina Jl Mr Asaat No 50 A Bukittinggi Sumbar, dengan karyanya “Pemberantasan IUU (Illegal, Unreported and Regulated) Fishing”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.
3. Florence E S Silalahi dan Muh Iftahul Jannah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dengan karyanya “Konsep Pengawasan Pulau Terluar Melalui Teknologi Spasial Sebagai Solusi Masalah Kemaritiman Di Indonesia”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.
4. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda mahasiswa Universitas Udayana Bali, dengan karyanya “Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam Laut Indonesia secara Komprehensif dalam Menunjang Pembangunan Nasional Berkelanjutan”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
5. Rivanli Azis mahasiswa Universitas Andalas Padang dengan karyanya “Strategi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar Oleh Indonesia Sebagai Implementasi Negara Kepulauan”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
6. Anugerah Yuka Asmara mahasiswa Universitas Brawijaya Malang dengan karyanya “Model Two Flow Of Communication Dgn Feedback System, Strategi Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat Guna Mendukung Tugas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Dlm Membangun Pertahanan Maritim Yg Tangguh Di Wil Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
Penyerahan hadiah dan piagam bagi peserta terbaik I s/d III (anggota TNI AL dan umum) akan dilaksanakan pada Upacara Hari Dharma Samudera tgl. 15 Januari 2009. Sementara bagi peserta terbaik lainnya akan dikirim ke Kotama/Satker masing-masing. Peserta terbaik I s/d III hadir, militer pakaian PDU-I, peserta umum jas almamater.
posted @ Sunday, January 11, 2009 10:11 AM by dispenal
Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2009, Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) telah menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis (LKT). LKT bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat umum. Lomba ini diikuti oleh 121 peserta, yang terdiri atas peserta dari kalangan anggota TNI AL beserta keluarga dan dari umum (mahasiswa/pelajar/umum).
Setelah melalui proses penjurian dan penilaian dapat ditentukan 6 peserta terbaik dari TNI AL dan 6 peserta terbaik dari umum. Adapun peserta terbaik dari TNI AL, adalah:
1. Mayor Laut (KH) Ir Muhammad Binsar, MM NRP 11197/P, pamen Diskumal dengan karyanya “Paradigma Era Baru Abad Millenium Teknologi Cybernet dan Cyberwar, Force Net dgn Strategik C51SR pd SSAT”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000, 00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.
2. Mayor Laut (S) Yohanis Bassang, SE., M.Si NRP 11309/P, pamen Spamal dengan karyanya “Optimalisasi Pengamanan Selat Malaka Guna Mewujudkan Keamanan Di Asia Tenggara”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.
3. Mayor Laut (P) Teguh Prasetya NRP 12632/P, pamen Satfib Koarmabar dengan karyanya “Upaya Strategi Pertahanan Negara Dalam Menyikapi Sengketa Negeri Serumpun”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.
4. Mayor Laut (KH) Martinus DAW, SS,SH,MAP NRP 11795/P, pamen Puspenerbal dengan karyanya “Kampungku Bajo Di Atas Karang Laut”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.00,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
5. Sertu Mar M Syafrudin NRP 70979, Ba Dispen Kormar dengan karyanya “Upaya Pencegahan Kasus XXX Di Lingkungan TNI AL”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
6. Kapten Laut (P) Pendi Silalahi NRP 12874/P, Pama Satban Koarmabar dengan karyanya “Membangun Sistem Pertahanan Keamanan Negara Di Bidang Maritim Dengan Image Building”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
Sementara peserta terbaik dari umum, adalah:
1. Muhyin mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dengan karyanya “Penerapan Moving Antena Berbasis Propagasi Sinyal Bagi Kapal Perikanan Guna Menjaga Kekayaan Laut Di Wilayah Perairan Indonesia”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.
2. Amelya Gustina Jl Mr Asaat No 50 A Bukittinggi Sumbar, dengan karyanya “Pemberantasan IUU (Illegal, Unreported and Regulated) Fishing”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.
3. Florence E S Silalahi dan Muh Iftahul Jannah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dengan karyanya “Konsep Pengawasan Pulau Terluar Melalui Teknologi Spasial Sebagai Solusi Masalah Kemaritiman Di Indonesia”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.
4. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda mahasiswa Universitas Udayana Bali, dengan karyanya “Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam Laut Indonesia secara Komprehensif dalam Menunjang Pembangunan Nasional Berkelanjutan”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
5. Rivanli Azis mahasiswa Universitas Andalas Padang dengan karyanya “Strategi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar Oleh Indonesia Sebagai Implementasi Negara Kepulauan”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
6. Anugerah Yuka Asmara mahasiswa Universitas Brawijaya Malang dengan karyanya “Model Two Flow Of Communication Dgn Feedback System, Strategi Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat Guna Mendukung Tugas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Dlm Membangun Pertahanan Maritim Yg Tangguh Di Wil Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
Penyerahan hadiah dan piagam bagi peserta terbaik I s/d III (anggota TNI AL dan umum) akan dilaksanakan pada Upacara Hari Dharma Samudera tgl. 15 Januari 2009. Sementara bagi peserta terbaik lainnya akan dikirim ke Kotama/Satker masing-masing. Peserta terbaik I s/d III hadir, militer pakaian PDU-I, peserta umum jas almamater.
posted @ Sunday, January 11, 2009 10:11 AM by dispenal
Senin, 12 Januari 2009
Email Dari Rasul
Email Dari Rasul
Publikasi 13/05/2003 10:23 WIB
eramuslim - Malam sudah cukup larut, namun mata ini masih tak bisa terpejam. Semua tugas-tugas kantor yang kubawa pulang sudah selesai, tak lupa kusediakan setengah jam sebelum pukul 23.00 untuk membalas beberapa email yang baru sempat terbaca malam ini. Nyaris saja kupilih menu ‘shut down’ setelah sebelumnya menutup semua jendela di layar komputer, tiba-tiba muncul alert yahoo masuknya email baru. “You have 1 new message(s)...”. Seperti biasanya, aku selalu tersenyum setiap kali alert itu muncul, karena sudah bisa diduga, email itu datang dari orang-orang, sahabat, saudara, kerabat, intinya, aku selalu senang menunggu kabar melalui email dari mereka. Tapi yang ini ... Ooopss ... ini pasti main-main ... disitu tertulis “From: Muhammad Rasul Allah”
Walaupun sudah seringkali menerima junkmail atau beraneka spam, namun kali ini aku tidak menganggapnya sebagai email sampah atau orang sedang main-main denganku. Maklum, meski selama ini sering sekali teman-teman yang ‘ngerjain’, tapi kali ini, sekonyol-konyolnya teman-teman sudah pasti tidak ada yang berani mengatasnamakan Rasulullah Saw. Maka dengan hati-hati, kuraih mouse-ku dan ... klik ...
“Salam sejahtera saudaraku, bagaimana khabar imanmu hari ini ...
Kebaikan apa yang sudah kau perbuat hari ini, sebanyak apa perbuatan dosamu hari ini ...”
Aku tersentak ... degub didada semakin keras, sedetik kemudian, ritmenya terus meningkat cepat. Kuhela nafas dalam-dalam untuk melegakan rongga dada yang serasa ditohok teramat keras hingga menyesakkan. Tiga pertanyaan awal dari “Rasulullah” itu membuatku menahan nafas sementara otakku berputar mencari dan memilih kata untuk siap-siap me-reply email tersebut. Barisan kalimat “Rasulullah” belum selesai, tapi rasanya terlalu berat untuk melanjutkannya. Antara takut dan penasaran bergelut hingga akhirnya kuputuskan untuk membacanya lagi.
“Cinta seorang ummat kepada Rasulnya, harus tercermin dalam setiap perilakunya. Tidak memilih tempat, waktu dan keadaan. Karena aku, akan selalu mencintai ummatku, tak kenal lelah. Masihkah kau mencintaiku hari ini?”
Air menetes membasahi pipiku, semakin kuteruskan membaca kalimat-kalimatnya, semakin deras air yang keluar dari sudut mataku.
“Pengorbanan seorang ummat terhadap agamanya, jangan pernah berhenti sebelum Allah menghendaki untuk berhenti. Dan kau tahu, kehendak untuk berhenti memberikan pengorbanan itu, biasanya seiring dengan perintah yang diberikan-Nya kepada Izrail untuk menghentikan semua aktifitas manusia. Sampai detik ini, pernahkah kau berkorban untuk Allah?”.
Kusorot ketengah halaman ....
“Sebagai Ayah, aku contohkan kepada ummatku untuk menyayangi anak-anak mereka dengan penuh kasih. Kuajari juga bagaimana mencintai istri-istri tanpa sedikit melukai perasaannya, sehingga kudapati istri-istriku teramat mencintaiku atas nama Allah. Aku tidak pernah merasakan memiliki orangtua seperti kebanyakan ummatku, tapi kepada orang-orang yang lebih tua, aku sangat menghormati, kepada yang muda, aku mencintai mereka. Sudahkah hari ini kau mencium mesra dan membelai lembut anak-anakmu seperti yang kulakukan terhadap Fatimah? Masihkah panggilan sayang dan hangat menghiasi hari-harimu bersama istrimu? Sudahkah juga kau menjadi pemimpin yang baik untuk keluargamu, seperti aku mencontohkannya langsung terhadap keluargaku?.
Satu hentakkan pagedown lagi ...
“Aku telah memberi contoh bagaimana berkasih sayang kepada sesama mukmin, bersikap arif dan bijak namun tegas kepada manusia dari golongan lainnya, termasuk menghormati keberadaan makhluk lain dimuka bumi. Saudaraku ...”
Cukup sudah. Aku tak lagi sanggup meneruskan rentetan kalimatnya hingga habis. Masih tersisa panjang isi email dari Rasulullah, namun baru yang sedikit ini saja, aku merasa tidak kuat. Aku tidak sanggup meneruskan semuanya karena sepertinya Rasulullah sangat tahu semua kesalahan dan kekuranganku, dan jika kulanjutkan hingga habis, yang pasti semuanya tentang aku, tentang semua kesalahan dan dosa-dosaku.
Kuhela nafas panjang berkali-kali, tapi justru semain sesak. Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap, entah apa yang terjadi. Sudah tibakah waktuku? Padahal aku belum sempat me-reply email Rasulullah itu untuk memberitahukan kepada beliau bahwa aku tidak akan menjawab semua emailku dengan kata-kata. Karena aku yakin, Rasul lebih senang aku memperbaiki semua kesalahanku hari ini dan hari-hari sebelumnya, dari pada harus bermanis-manis mengumbar kata memikat hati, yang biasanya tak berketerusan dengan amal yang nyata.
Pandanganku kini benar-benar gelap, pekat sampai tak ada lagi yang bisa terlihat. Hingga ... nit... nit... alarm jam tanganku berbunyi. 00.00 WIB. Ah, kulirik komputerku, kosong, kucari-cari email dari Rasulullah di inbox-ku. Tidak ada. Astaghfirullaah, mungkinkah Rasulullah manusia mulia itu mau mengirimi ummatnya yang belum benar-benar mencintainya ini sebuah email? Ternyata aku hanya bermimpi, mungkin mimpi yang berangkat dari kerinduanku akan bertemu Rasul Allah. Tapi aku merasa berdosa telah bermimpi seperti ini. Tinggal kini, kumohon ampunan kepada Allah atas kelancangan mimpiku. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama)
Publikasi 13/05/2003 10:23 WIB
eramuslim - Malam sudah cukup larut, namun mata ini masih tak bisa terpejam. Semua tugas-tugas kantor yang kubawa pulang sudah selesai, tak lupa kusediakan setengah jam sebelum pukul 23.00 untuk membalas beberapa email yang baru sempat terbaca malam ini. Nyaris saja kupilih menu ‘shut down’ setelah sebelumnya menutup semua jendela di layar komputer, tiba-tiba muncul alert yahoo masuknya email baru. “You have 1 new message(s)...”. Seperti biasanya, aku selalu tersenyum setiap kali alert itu muncul, karena sudah bisa diduga, email itu datang dari orang-orang, sahabat, saudara, kerabat, intinya, aku selalu senang menunggu kabar melalui email dari mereka. Tapi yang ini ... Ooopss ... ini pasti main-main ... disitu tertulis “From: Muhammad Rasul Allah”
Walaupun sudah seringkali menerima junkmail atau beraneka spam, namun kali ini aku tidak menganggapnya sebagai email sampah atau orang sedang main-main denganku. Maklum, meski selama ini sering sekali teman-teman yang ‘ngerjain’, tapi kali ini, sekonyol-konyolnya teman-teman sudah pasti tidak ada yang berani mengatasnamakan Rasulullah Saw. Maka dengan hati-hati, kuraih mouse-ku dan ... klik ...
“Salam sejahtera saudaraku, bagaimana khabar imanmu hari ini ...
Kebaikan apa yang sudah kau perbuat hari ini, sebanyak apa perbuatan dosamu hari ini ...”
Aku tersentak ... degub didada semakin keras, sedetik kemudian, ritmenya terus meningkat cepat. Kuhela nafas dalam-dalam untuk melegakan rongga dada yang serasa ditohok teramat keras hingga menyesakkan. Tiga pertanyaan awal dari “Rasulullah” itu membuatku menahan nafas sementara otakku berputar mencari dan memilih kata untuk siap-siap me-reply email tersebut. Barisan kalimat “Rasulullah” belum selesai, tapi rasanya terlalu berat untuk melanjutkannya. Antara takut dan penasaran bergelut hingga akhirnya kuputuskan untuk membacanya lagi.
“Cinta seorang ummat kepada Rasulnya, harus tercermin dalam setiap perilakunya. Tidak memilih tempat, waktu dan keadaan. Karena aku, akan selalu mencintai ummatku, tak kenal lelah. Masihkah kau mencintaiku hari ini?”
Air menetes membasahi pipiku, semakin kuteruskan membaca kalimat-kalimatnya, semakin deras air yang keluar dari sudut mataku.
“Pengorbanan seorang ummat terhadap agamanya, jangan pernah berhenti sebelum Allah menghendaki untuk berhenti. Dan kau tahu, kehendak untuk berhenti memberikan pengorbanan itu, biasanya seiring dengan perintah yang diberikan-Nya kepada Izrail untuk menghentikan semua aktifitas manusia. Sampai detik ini, pernahkah kau berkorban untuk Allah?”.
Kusorot ketengah halaman ....
“Sebagai Ayah, aku contohkan kepada ummatku untuk menyayangi anak-anak mereka dengan penuh kasih. Kuajari juga bagaimana mencintai istri-istri tanpa sedikit melukai perasaannya, sehingga kudapati istri-istriku teramat mencintaiku atas nama Allah. Aku tidak pernah merasakan memiliki orangtua seperti kebanyakan ummatku, tapi kepada orang-orang yang lebih tua, aku sangat menghormati, kepada yang muda, aku mencintai mereka. Sudahkah hari ini kau mencium mesra dan membelai lembut anak-anakmu seperti yang kulakukan terhadap Fatimah? Masihkah panggilan sayang dan hangat menghiasi hari-harimu bersama istrimu? Sudahkah juga kau menjadi pemimpin yang baik untuk keluargamu, seperti aku mencontohkannya langsung terhadap keluargaku?.
Satu hentakkan pagedown lagi ...
“Aku telah memberi contoh bagaimana berkasih sayang kepada sesama mukmin, bersikap arif dan bijak namun tegas kepada manusia dari golongan lainnya, termasuk menghormati keberadaan makhluk lain dimuka bumi. Saudaraku ...”
Cukup sudah. Aku tak lagi sanggup meneruskan rentetan kalimatnya hingga habis. Masih tersisa panjang isi email dari Rasulullah, namun baru yang sedikit ini saja, aku merasa tidak kuat. Aku tidak sanggup meneruskan semuanya karena sepertinya Rasulullah sangat tahu semua kesalahan dan kekuranganku, dan jika kulanjutkan hingga habis, yang pasti semuanya tentang aku, tentang semua kesalahan dan dosa-dosaku.
Kuhela nafas panjang berkali-kali, tapi justru semain sesak. Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap, entah apa yang terjadi. Sudah tibakah waktuku? Padahal aku belum sempat me-reply email Rasulullah itu untuk memberitahukan kepada beliau bahwa aku tidak akan menjawab semua emailku dengan kata-kata. Karena aku yakin, Rasul lebih senang aku memperbaiki semua kesalahanku hari ini dan hari-hari sebelumnya, dari pada harus bermanis-manis mengumbar kata memikat hati, yang biasanya tak berketerusan dengan amal yang nyata.
Pandanganku kini benar-benar gelap, pekat sampai tak ada lagi yang bisa terlihat. Hingga ... nit... nit... alarm jam tanganku berbunyi. 00.00 WIB. Ah, kulirik komputerku, kosong, kucari-cari email dari Rasulullah di inbox-ku. Tidak ada. Astaghfirullaah, mungkinkah Rasulullah manusia mulia itu mau mengirimi ummatnya yang belum benar-benar mencintainya ini sebuah email? Ternyata aku hanya bermimpi, mungkin mimpi yang berangkat dari kerinduanku akan bertemu Rasul Allah. Tapi aku merasa berdosa telah bermimpi seperti ini. Tinggal kini, kumohon ampunan kepada Allah atas kelancangan mimpiku. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama)
Konvensi Iblis dan Setan
Konvensi Iblis dan Setan
Dalam suatu konvensi iblis dan syaitan dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid, kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran, bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalah-Nya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."
"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".
"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!".
"Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis dan syaitan.
“Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka," jawab sang iblis "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA, DAN BELANJA, SERTA BERHUTANG, BERHUTANG, DAN BERHUTANG".
"Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."
"Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."
"Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."
"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya" "Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari."
"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian , tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”
"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"
"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga."
"Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."
"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."
"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”
"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)." "Pasti berhasil, pasti berhasil, rencana yang bagus."
Iblis dan syaitan kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas membuat muslim menjadi lebih sibuk, lebih kalang kabut, dan senang hura-hura. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan allah dan rasulnya. Sekarang pertanyaan saya adalah, apakah rencana iblis ini akan berhasil ???
ANDALAH YANG MENENTUKAN..
Dalam suatu konvensi iblis dan syaitan dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid, kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran, bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalah-Nya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."
"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".
"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!".
"Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis dan syaitan.
“Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka," jawab sang iblis "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA, DAN BELANJA, SERTA BERHUTANG, BERHUTANG, DAN BERHUTANG".
"Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."
"Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."
"Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."
"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya" "Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari."
"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian , tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”
"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"
"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga."
"Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."
"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."
"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”
"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)." "Pasti berhasil, pasti berhasil, rencana yang bagus."
Iblis dan syaitan kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas membuat muslim menjadi lebih sibuk, lebih kalang kabut, dan senang hura-hura. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan allah dan rasulnya. Sekarang pertanyaan saya adalah, apakah rencana iblis ini akan berhasil ???
ANDALAH YANG MENENTUKAN..
Demokrasi adalah Syura
Ada yang Berpendapat bahwa Demokrasi adalah Syura.Yusuf Al-Qaradhawi belum merasa puas dengan ajakannya untuk mencintai ahli kitab dan non Muslim lainnya dengan seurannya untuk melakukan pendekatan dengan mereka.Bahkan dia banyak menghiasi otaknya dengan pemikiran orang-orang kafir yang membinasakannya,yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dan pemeluknya,diantaranya peikiran tersebut adalah “demokrasi”
Demokrasi merupakan salah satu dari tipu muslihat orang-orang Yahudi dan Nashara serta meruapakan salah satu rekayasa dan makar mereka.Walaupun demikian,Yusuf Al-Qaradhawi ini memberikan nama bahwa itu (demokrasi) adalah siyasah syar’iyah dan juga salah satu bab yang luas dalam fikih Islam.Ia juga mengatakan bahwa demokrasi dan syura adalah dua sisi mata uang yang tak mungkin pisah.Inilah perkataannya.
Demokrasi mencakup kebebasan-kebebasan dan metode-metode untuk meruntuhkan para penguasa yang tirani,demokrasi juga adalah siyasah syar’iyah uyang pembahasannya sangat luas dalam fikih Islam.Demokrasi dan Syura adalah dua sisi mata uang yang tidak mungkin pisah.(Harian Asy-Syarq edisi 2719,25 Agustus 1995M).
Lihatlah para pembaca,bagaimana dia menghiasi kebatilan dan menyelubungi kebohongan dan kedustaan dengan baju Islam.Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedangkan dia diajak kepada agama Islam? [Surat Ash-Shaff:7]
Untuk menjelaskan kebatilan ini saya (Ahmad bin Muhammad) katakan padanya:
Pertama: Perkataanmu bahwa demokrasi adalah siyasah syar’iyah dan salah satu bab yang luas dalam fikih Islam,ini suatu masalah yang setanmu pun tidak bisa membantumu untuk bisa mendatangkan dalil dari Al Qur’an dan AsSunnah.Karena suatu perkara akan disebut sebagai suatu yang syar’I bila bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam .Sedangkan demokrasi itu tidak bersumber kepada keduanya.Bahkan demokrasi itu bersumber dan muncul dari negara kafir.
Permasalahan demokrasi ini akan semakin jelas,jika mengetahui maknanya, kita tidak akan merujuk kepada Lisanul Arab dan juga (tidak) AshShihah untuk membahasnya.Namun kita akan melihat demokrasi ini kepada yang membuatnya,karena si empunya rumah lebih paham tentang isi rumahnya.Demokrasi berasal dari bahasa Yunani dan tersusun dari 2 lafal.Lafal pertama adalah DEMO yang bermakna rakyat atau penduduk,sedangkan lafal kedua KRASI berasal dari kata KRATIA yang berarti aturan hukum atau kekuasaan.Dua kata Yunani itu jika digabung menjadi DEMOKRATIA yang berarti pemerintahan dari pihak rakyat.[As-Syuura Laa AdDEMOKRATIyyah,hal 34].
Dari kamus milik para pemuja demokrasi,yaitu kamus Collins cetakan London 1979,disebutkan bahwa makna demokrasi adalah hukum dengan perantara rakyat atau yang mewakilinya.[lih.Ad DEMOKRATIyyah wa mauqifil Islami minha]
Jadi ,demokrasi adalah hukum dari rakyat untuk rakyat sendiri.Hal ini sangat bertentangan dengan Al Qur’an karena didalam syariat Islam hukum hanya milik Allah dan rakyat tidak mempunyai hukum dan juga yang mewakilinya.Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
..Hukum itu hanyalah kepunyaan Allah.Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.[Surat Yusuf:40]
Dan Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman kepada RasulNya:
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, ..[surat Al Maaidah:49]
Allah telah menjelaskan dalam 2 ayat ini bahwa hukum itu tidak menjadi milik rakyat dan juga wakilnya di parlemen.Dan Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan RasulNya untuk memutuskan perkara diantara manusia dengan apa yang Allah turunkan berupa syariat.Maka ,bagaimana mungkin demokrasi disebut siyasah syar’iyah, padahal demokrasi pada dsarnya itu bertentangan dengan syariat Islam
Perkataan Qaradhawi:”Demokrasi dan Syura adalah 2 sisi mata uang yang tak mungkin pisah,”……ucapan ini adalah pengkaburan dan merupakan tipuan,karena diantara demokrasi dan syura ada perbedaan-perbdaan yang mendasar laksana langit dan bumi.Perhatikan perbedaan-perbedaan itu:
Syura adalah aturan Ilahi,sedangkan demokrasi merupakan aturan orang-orang kafir.
Syura dipandang sebagai bagian dari agama,sedangkan demokrasi adalah aturan tersendiri.
Di dalam Syura ada orang-orang yang berakal,yaitu ahlul halli wal ‘aqdi (yang berhak bermusyawarah) dari kalangan ualama,ahli fiqih, dan orang-orang yang mempunyai kemampuan spesialisasidan pengetahuan.Merekalah yang mempunyai kapabilitas untuk menentukan hukum yang disodorkan kepada merka dengan hukum syariat Islam.Sedangkan aturan demokrasi meliputi orang-orang yang didalamnya seluruh rakyat,sampai yang bodoh dan pandir sekalipun.
Dalam aturan demokrasi semua orang sama posisinya,misalnya orang alim dan bertakwa sama posisinya dengan seorang pelacur,orang shalih sama derajatnya dengan orang yang bejad,dll.Sedangkan dalam syura maka itu terjadi,akan tetapi semua diposisikan secara proporsional.Allah Subhanahu wa ta'ala berfriman:
Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? [35] Mengapa kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [36] [Surat Al Qalam:35-36]
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.[Surat AsSajdah:18]
Para pembaca yang budiman;yang telah disebutkan tadi adalah petunjuk singkat bahwa apa yang terkandung dalam demokrasi adalah kebatilan dan kekufuran serta kelacutan.Bila hakikat demokrasi telah jelas dan gamblang bagi kita,maka lebih mungkar lagi ketika kita mendengar seseorang berkata:
”Sesungguhnya demokrasi itu berasal dari Islam atau dari syariat Islam” atau
“bahwa syura dan demokrasi adalah dua sisi mata uang”, atau juga
“bahwa Islam adalah aturan demokrasi atau demokrasi Islami”
atau juga nama-nama lainnya seperti mencampuradukkan antara kalimat kebenaran yakni Islam, dengan kalimat batil yaitu Demokrasi.Hingga istilah demokrasi ini seolah-olah dari Islam karena seringnya didengar.
Kami ingin menulis kata ganti dari “demokrasi dengan kata yang sinonim dengannya sesuai dengan standar dalam Islam, yaitu :HUKUM THAGHUT atau HUKUM JAHILIYAH.Dengan demikian maka ungkapan tadi menjadi begini:
”Hukum thaghut atau hukum jahiliiyah dari Islam” , atau
“Islam adalah aturan thaghut atau jahiliyyah”, ataupun
“Jahiliyah Islam”, atau juga
“Hukum thaghut/jahiliyyah dari Syariat Islam”.
Maka apakah mungkin seorang muslim menerima ucapan-ucapan ini??? Atau apakah mungkin ini ucapan seperti ini keluar dari seorang lelaki yang paham dan berakal terhadap apa yang dikatakannya? Jawabannya TENTU TIDAK!!.[lih. Haqiqat Ad Demokratiyyah :Muhammad Syakir Syarif ,dengan tambahan]
Para pembaca yang budiman; setelah mengetahui hakikat demokrasi dan betapa jauhnya dari Islam,maka tidak aneh lagi kalau Yusuf Al Qaradhawi mengaitkannya dengan syura yang Islam.Sesungguhnya dia dan kelompoknnya menjadikan Islam hanya sekadar baju untuk melidungi setiap pemikiran dan tujuannya yang batil.[]
Judul asli : Raf’ul Litsaam ‘an Mukhaalafatil Qaradhaawi Li Syariatil Islam
Penulis : Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini Al Yamani
Edisi Indonesia : MEMBONGKAR KEDOK AL-QARADHAWI
Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf Al Qaradhawi dari Syariat Islam
Penerjemah : Abu Muqbil Ahmad Yuswaji,Lc & Ibnu Rokhy,Lc
Penyunting : Tim Kerja Masyarakat Belajar Depok
Muraja’ah : Ustadz Ja’far Shalih
Penerbit : Masyarakat Belajar Depok
Cetakan : 1Rabi’ul akhir 1424H/Juni 2003
Demokrasi merupakan salah satu dari tipu muslihat orang-orang Yahudi dan Nashara serta meruapakan salah satu rekayasa dan makar mereka.Walaupun demikian,Yusuf Al-Qaradhawi ini memberikan nama bahwa itu (demokrasi) adalah siyasah syar’iyah dan juga salah satu bab yang luas dalam fikih Islam.Ia juga mengatakan bahwa demokrasi dan syura adalah dua sisi mata uang yang tak mungkin pisah.Inilah perkataannya.
Demokrasi mencakup kebebasan-kebebasan dan metode-metode untuk meruntuhkan para penguasa yang tirani,demokrasi juga adalah siyasah syar’iyah uyang pembahasannya sangat luas dalam fikih Islam.Demokrasi dan Syura adalah dua sisi mata uang yang tidak mungkin pisah.(Harian Asy-Syarq edisi 2719,25 Agustus 1995M).
Lihatlah para pembaca,bagaimana dia menghiasi kebatilan dan menyelubungi kebohongan dan kedustaan dengan baju Islam.Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedangkan dia diajak kepada agama Islam? [Surat Ash-Shaff:7]
Untuk menjelaskan kebatilan ini saya (Ahmad bin Muhammad) katakan padanya:
Pertama: Perkataanmu bahwa demokrasi adalah siyasah syar’iyah dan salah satu bab yang luas dalam fikih Islam,ini suatu masalah yang setanmu pun tidak bisa membantumu untuk bisa mendatangkan dalil dari Al Qur’an dan AsSunnah.Karena suatu perkara akan disebut sebagai suatu yang syar’I bila bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam .Sedangkan demokrasi itu tidak bersumber kepada keduanya.Bahkan demokrasi itu bersumber dan muncul dari negara kafir.
Permasalahan demokrasi ini akan semakin jelas,jika mengetahui maknanya, kita tidak akan merujuk kepada Lisanul Arab dan juga (tidak) AshShihah untuk membahasnya.Namun kita akan melihat demokrasi ini kepada yang membuatnya,karena si empunya rumah lebih paham tentang isi rumahnya.Demokrasi berasal dari bahasa Yunani dan tersusun dari 2 lafal.Lafal pertama adalah DEMO yang bermakna rakyat atau penduduk,sedangkan lafal kedua KRASI berasal dari kata KRATIA yang berarti aturan hukum atau kekuasaan.Dua kata Yunani itu jika digabung menjadi DEMOKRATIA yang berarti pemerintahan dari pihak rakyat.[As-Syuura Laa AdDEMOKRATIyyah,hal 34].
Dari kamus milik para pemuja demokrasi,yaitu kamus Collins cetakan London 1979,disebutkan bahwa makna demokrasi adalah hukum dengan perantara rakyat atau yang mewakilinya.[lih.Ad DEMOKRATIyyah wa mauqifil Islami minha]
Jadi ,demokrasi adalah hukum dari rakyat untuk rakyat sendiri.Hal ini sangat bertentangan dengan Al Qur’an karena didalam syariat Islam hukum hanya milik Allah dan rakyat tidak mempunyai hukum dan juga yang mewakilinya.Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
..Hukum itu hanyalah kepunyaan Allah.Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.[Surat Yusuf:40]
Dan Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman kepada RasulNya:
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, ..[surat Al Maaidah:49]
Allah telah menjelaskan dalam 2 ayat ini bahwa hukum itu tidak menjadi milik rakyat dan juga wakilnya di parlemen.Dan Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan RasulNya untuk memutuskan perkara diantara manusia dengan apa yang Allah turunkan berupa syariat.Maka ,bagaimana mungkin demokrasi disebut siyasah syar’iyah, padahal demokrasi pada dsarnya itu bertentangan dengan syariat Islam
Perkataan Qaradhawi:”Demokrasi dan Syura adalah 2 sisi mata uang yang tak mungkin pisah,”……ucapan ini adalah pengkaburan dan merupakan tipuan,karena diantara demokrasi dan syura ada perbedaan-perbdaan yang mendasar laksana langit dan bumi.Perhatikan perbedaan-perbedaan itu:
Syura adalah aturan Ilahi,sedangkan demokrasi merupakan aturan orang-orang kafir.
Syura dipandang sebagai bagian dari agama,sedangkan demokrasi adalah aturan tersendiri.
Di dalam Syura ada orang-orang yang berakal,yaitu ahlul halli wal ‘aqdi (yang berhak bermusyawarah) dari kalangan ualama,ahli fiqih, dan orang-orang yang mempunyai kemampuan spesialisasidan pengetahuan.Merekalah yang mempunyai kapabilitas untuk menentukan hukum yang disodorkan kepada merka dengan hukum syariat Islam.Sedangkan aturan demokrasi meliputi orang-orang yang didalamnya seluruh rakyat,sampai yang bodoh dan pandir sekalipun.
Dalam aturan demokrasi semua orang sama posisinya,misalnya orang alim dan bertakwa sama posisinya dengan seorang pelacur,orang shalih sama derajatnya dengan orang yang bejad,dll.Sedangkan dalam syura maka itu terjadi,akan tetapi semua diposisikan secara proporsional.Allah Subhanahu wa ta'ala berfriman:
Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? [35] Mengapa kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [36] [Surat Al Qalam:35-36]
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.[Surat AsSajdah:18]
Para pembaca yang budiman;yang telah disebutkan tadi adalah petunjuk singkat bahwa apa yang terkandung dalam demokrasi adalah kebatilan dan kekufuran serta kelacutan.Bila hakikat demokrasi telah jelas dan gamblang bagi kita,maka lebih mungkar lagi ketika kita mendengar seseorang berkata:
”Sesungguhnya demokrasi itu berasal dari Islam atau dari syariat Islam” atau
“bahwa syura dan demokrasi adalah dua sisi mata uang”, atau juga
“bahwa Islam adalah aturan demokrasi atau demokrasi Islami”
atau juga nama-nama lainnya seperti mencampuradukkan antara kalimat kebenaran yakni Islam, dengan kalimat batil yaitu Demokrasi.Hingga istilah demokrasi ini seolah-olah dari Islam karena seringnya didengar.
Kami ingin menulis kata ganti dari “demokrasi dengan kata yang sinonim dengannya sesuai dengan standar dalam Islam, yaitu :HUKUM THAGHUT atau HUKUM JAHILIYAH.Dengan demikian maka ungkapan tadi menjadi begini:
”Hukum thaghut atau hukum jahiliiyah dari Islam” , atau
“Islam adalah aturan thaghut atau jahiliyyah”, ataupun
“Jahiliyah Islam”, atau juga
“Hukum thaghut/jahiliyyah dari Syariat Islam”.
Maka apakah mungkin seorang muslim menerima ucapan-ucapan ini??? Atau apakah mungkin ini ucapan seperti ini keluar dari seorang lelaki yang paham dan berakal terhadap apa yang dikatakannya? Jawabannya TENTU TIDAK!!.[lih. Haqiqat Ad Demokratiyyah :Muhammad Syakir Syarif ,dengan tambahan]
Para pembaca yang budiman; setelah mengetahui hakikat demokrasi dan betapa jauhnya dari Islam,maka tidak aneh lagi kalau Yusuf Al Qaradhawi mengaitkannya dengan syura yang Islam.Sesungguhnya dia dan kelompoknnya menjadikan Islam hanya sekadar baju untuk melidungi setiap pemikiran dan tujuannya yang batil.[]
Judul asli : Raf’ul Litsaam ‘an Mukhaalafatil Qaradhaawi Li Syariatil Islam
Penulis : Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini Al Yamani
Edisi Indonesia : MEMBONGKAR KEDOK AL-QARADHAWI
Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf Al Qaradhawi dari Syariat Islam
Penerjemah : Abu Muqbil Ahmad Yuswaji,Lc & Ibnu Rokhy,Lc
Penyunting : Tim Kerja Masyarakat Belajar Depok
Muraja’ah : Ustadz Ja’far Shalih
Penerbit : Masyarakat Belajar Depok
Cetakan : 1Rabi’ul akhir 1424H/Juni 2003
Umar Bin Khattab bertemu Uskup Sophronius
Umar Bin Khattab bertemu Uskup Sophronius
Berita kedatangan bala bantuan kepada pasukan Muslim yang tengah mengepung kota membuat pasukan dan warga Kristen dan Yahudi yang berdiam di dalam kota menjadi ciut. Mengingat kedudukan Yerusalem sebagai kota suci, sebenarnya pasukan Muslim enggan menumpahkan darah di kota itu. Sementara kaum Kristen yang mempertahankan kota itu juga sadar mereka tidak akan mampu menahan kekuatan pasukan Muslim. Menyadari memperpanjang perlawanan hanya akan menambah penderitaan yang sia-sia bagi penduduk Yerusalem, maka Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius mengajukan perjanjian damai. Permintaan itu disambut baik Panglima Amru bin Ash, sehingga Yerusalem direbut dengan damai tanpa pertumpahan darah setetespun.
Walaupun demikian, Uskup Agung Sophronius menyatakan kota suci itu hanya akan diserahkan ke tangan seorang tokoh yang terbaik di antara kaum Muslimin, yakni Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu. Sophronius menghendaki agar Amirul Mukminin tersebut datang ke Yerusalem secara pribadi untuk menerima penyerahan kunci kota suci tersebuit. Biasanya, hal ini akan segera ditolak oleh pasukan yang menang. Namun tidak demikian yang dilakukan oleh pasukan Muslim. Bisa jadi, warga Kristen masih trauma dengan dengan peristiwa direbutnya kota Yerusalem oleh tentara Persia dua dasawarsa sebelumnya di mana pasukan Persia itu melakukan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan juga penajisan tempat-tempat suci. Walau orang-orang Kristen telah mendengar bahwa perilaku pasukan kaum Muslimin ini sungguh-sungguh berbeda, namun kecemasan akan kejadian dua dasawarsa dahulu masih membekas dengan kuat. Sebab itu mereka ingin jaminan yang lebih kuat dari Amirul Mukminin.
Panglima Abu Ubaidah memahami psikologis penduduk Yerusalem tersebut. Ia segera meneruskan permintaan tersebut kepada Khalifah Umar r.a. yang berada di Madinah. Khalifah Umar segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk mendapatkan nasehatnya. Utsman bin Affan menyatakan bahwa Khalifah tidak perlu memenuhi permintaan itu karena pasukan Romawi Timur yang sudah kalah itu tentu akhirnya juga akan menyerahkan diri. Namun Ali bin Abi Thalib berpandangan lain. Menurut Ali, Yerusalem adalah kota yang sama sucinya bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, dan sehubungan dengan itu, maka akan sangat baik bila penyerahan kota itu diterima sendiri oleh Amirul Mukminin. Kota suci itu adalah kiblat pertama kaum Muslimin, tempat persinggahan perjalanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Salam pada malam hari ketika beliau ber-isra' dan dari kota itu pula Rasulullah ber-mi'raj. Kota itu menyaksikan hadirnya para anbiya, seperti Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa. Umar akhirnya menerima pandangan Ali dan segera berangkat ke Yerusalem. Sebelum berangkat, Umar menugaskan Ali untuk menjalankan fungsi dan tugasnya di Madinah selama dirinya tidak ada.
Kepergian Khalifah Umar hanya ditemani seorang pelayan dan seekor unta yang ditungganginya bergantian. Ketika mendekati Desa Jabiah di mana panglima dan para komandan pasukan Muslim telah menantikannya, kebetulan tiba giliran pelayan untuk menunggang unta tersebut. Pelayan itu menolak dan memohon agar khalifah mau menunggang hewan tersebut. Tapi Umar menolak dan mengatakan bahwa saat itu adalah giliran Umar yang harus berjalan kaki. Begitu sampai di Jabiah, masyarakat menyaksikan suatu pemandangan yang amat ganjilyang belum pernah terjadi, ada pelayan duduk di atas unta sedangkan tuannya berjalan kaki menuntun hewan tunggangannya itu dengan mengenakan pakaian dari bahan kasar yang sangat sederhana. Lusuh dan berdebu, karena telah menempuh perjalanan yang amat jauh.
Di Jabiah, Abu Ubaidah menemui Khalifah Umar. Abu Ubaidah sangat bersahaya, mengenakan pakaian dari bahan yang kasar. Khalifah Umar amat suka bertemu dengannya. Namun ketika bertemu dengan Yazid bin Abu Sofyan, Khalid bin Walid, dan para panglima lainnya yang berpakaian dari bahan yang halus dan bagus, Umar tampak kurang senang karena kemewahan amat mudah menggelincirkan orang ke dalam kecintaan pada dunia.
Kepada Umar, Abu Ubaidah melaporkan kondisi Suriah yang telah dibebaskannya itu dari tangan Romawi Timur. Setelah itu, Umar menerima seorang utusan kaum Kristen dari Yerusalem. Di tempat itulah Perjanjian Aelia (istilah lain Yerusalem) dirumuskan dan akhirnya setelah mencapai kata sepakat ditandatangani. Berdasarkan perjanjian Aelia itulah Khalifah Umar r.a. menjamin keamanan nyawa dan harta benda segenap penduduk Yerusalem, juga keselamatan gereja, dan tempat-tempat suci lainnya. Penduduk Yerusalem juga diwajibkan membayar jizyah bagi yang non-Muslim. Barang siapa yang tidak setuju, dipersilakan meninggalkan kota dengan membawa harta-benda mereka dengan damai. Dalam perjanjian itu ada butir yang merupakan pesanan khusus dari pemimpin Kristen yang berisi dilarangnya kaum Yahudi berada di Yerusalem. Ketentuan khusus ini berangsur-angsur dihapuskan begitu Yerusalem berubah dari kota Kristen jadi kota Muslim.
Perjanjian Aeliasecara garis besar berbunyi: "Inilah perdamaian yang diberikan oleh hamba Allah 'Umar, Amirul Mukminin, kepada rakyat Aelia: dia menjamin keamanan diri, harta benda, gereja-gereja, salib-salib mereka, yang sakit maupun yang sehat, dan semua aliran agama mereka. Tidak boleh mengganggu gereja mereka baik membongkarnya, mengurangi, maupun menghilangkannya sama sekali, demikian pula tidak boleh memaksa mereka meninggalkan agama mereka, dan tidak boleh mengganggu mereka. Dan tidak boleh bagi penduduk Aelia untuk memberi tempat tinggal kepada orang Yahudi."
Setelah itu, Umar melanjutkan perjalanannya ke Yerusalem. Lagi-lagi ia berjalan seperti layaknya seorang musafir biasa. Tidak ada pengawal. Ia menunggang seekor kuda yang biasa, dan menolak menukarnya dengan tunggangan yang lebih pantas.
Di pintu gerbang kota Yerusalem, Khalifah Umar disambut Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius, yang didampingi oleh pembesar gereja, pemuka kota, dan para komandan pasukan Muslim. Para penyambut tamu agung itu berpakaian berkilau-kilauan, sedang Umar hanya mengenakan pakaian dari bahan yang kasar dan murah. Sebelumnya, seorang sahabat telah menyarankannya untuk mengganti dengan pakaian yang pantas, namun Umar berkata bahwa dirinya mendapatkan kekuatan dan statusnya berkat iman Islam, bukan dari pakaian yang dikenakannya. Saat Sophronius melihat kesederhanaan Umar, dia menjadi malu dan mengatakan, "Sesungguhnya Islam mengungguli agama-agama manapun."
Di depan The Holy Sepulchure (Gereja Makam Suci Yesus), Uskup Sophronius menyerahkan kunci kota Yerusalem kepada Khalifa Umar r.a. Setelah itu Umar menyatakan ingin diantar ke suatu tempat untuk menunaikan shalat. Oleh Sophronius, Umar diantar ke dalam gereja tersebut. Umar menolak kehormatan itu sembari mengatakan bahwa dirinya takut hal itu akan menjadi preseden bagi kaum Muslimin generasi berikutnya untuk mengubah gereja-gereja menjadi masjid. Umar lalu dibawa ke tempat di mana Nabi Daud Alaihissalam konon dipercaya shalat dan Umar pun shalat di sana dan diikuti oleh umat Muslim. Ketika orang-orang Romawi Bizantium menyaksikan hal tersebut, mereka dengan kagum berkata, kaum yang begitu taat kepada Tuhan memang sudah sepantasnya ditakdirkan untuk berkuasa. "Saya tidak pernah menyesali menyerahkan kota suci ini, karena saya telah menyerahkannya kepada ummat yang lebih baik ...," ujar Sophronius.
Umar tinggal beberapa hari di Yerusalem. Ia berkesempatan memberi petunjuk dalam menyusun administrasi pemerintahan dan yang lainnya. Umar juga mendirikan sebuah masjid pada suatu bukit di kota suci itu. Masjid ini sekarang disebut sebagai Masjid Umar. Pada upacara pembangunan masjid itu, Bilal r.a. - bekas budak berkulit hitam yang sangat dihormati Khalifah Umar melebihi dirinya - diminta mengumandangkan adzan pertama di bakal tempat masjid yang akan didirikan, sebagaimana adzan yang biasa dilakukannya ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah saw wafat, Bilal memang tidak mau lagi mengumandangkan adzan. Atas permintaan Umar, Bilal pun melantunkan adzan untuk menandai dimulainya pembangunan Masjid Umar. Saat Bilal mengumandangkan adzan dengan suara yang mendayu-dayu, Umar dan kaum Muslimin meneteskan air mata, teringat saat-saat di mana Rasulullah masih bersama mereka. Ketika suara adzan menyapu bukit dan lembah di Yerusalem, penduduk terpana dan menyadari bahwa suatu era baru telah menyingsing di kota suci tersebut.[]
Dikutip dari Knights Templar Knights of Christ, yang ditulis Rizki Ridyasmara, diterbitkan oleh Pustaka Kautsar, 2006.
Berita kedatangan bala bantuan kepada pasukan Muslim yang tengah mengepung kota membuat pasukan dan warga Kristen dan Yahudi yang berdiam di dalam kota menjadi ciut. Mengingat kedudukan Yerusalem sebagai kota suci, sebenarnya pasukan Muslim enggan menumpahkan darah di kota itu. Sementara kaum Kristen yang mempertahankan kota itu juga sadar mereka tidak akan mampu menahan kekuatan pasukan Muslim. Menyadari memperpanjang perlawanan hanya akan menambah penderitaan yang sia-sia bagi penduduk Yerusalem, maka Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius mengajukan perjanjian damai. Permintaan itu disambut baik Panglima Amru bin Ash, sehingga Yerusalem direbut dengan damai tanpa pertumpahan darah setetespun.
Walaupun demikian, Uskup Agung Sophronius menyatakan kota suci itu hanya akan diserahkan ke tangan seorang tokoh yang terbaik di antara kaum Muslimin, yakni Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu. Sophronius menghendaki agar Amirul Mukminin tersebut datang ke Yerusalem secara pribadi untuk menerima penyerahan kunci kota suci tersebuit. Biasanya, hal ini akan segera ditolak oleh pasukan yang menang. Namun tidak demikian yang dilakukan oleh pasukan Muslim. Bisa jadi, warga Kristen masih trauma dengan dengan peristiwa direbutnya kota Yerusalem oleh tentara Persia dua dasawarsa sebelumnya di mana pasukan Persia itu melakukan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan juga penajisan tempat-tempat suci. Walau orang-orang Kristen telah mendengar bahwa perilaku pasukan kaum Muslimin ini sungguh-sungguh berbeda, namun kecemasan akan kejadian dua dasawarsa dahulu masih membekas dengan kuat. Sebab itu mereka ingin jaminan yang lebih kuat dari Amirul Mukminin.
Panglima Abu Ubaidah memahami psikologis penduduk Yerusalem tersebut. Ia segera meneruskan permintaan tersebut kepada Khalifah Umar r.a. yang berada di Madinah. Khalifah Umar segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk mendapatkan nasehatnya. Utsman bin Affan menyatakan bahwa Khalifah tidak perlu memenuhi permintaan itu karena pasukan Romawi Timur yang sudah kalah itu tentu akhirnya juga akan menyerahkan diri. Namun Ali bin Abi Thalib berpandangan lain. Menurut Ali, Yerusalem adalah kota yang sama sucinya bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, dan sehubungan dengan itu, maka akan sangat baik bila penyerahan kota itu diterima sendiri oleh Amirul Mukminin. Kota suci itu adalah kiblat pertama kaum Muslimin, tempat persinggahan perjalanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Salam pada malam hari ketika beliau ber-isra' dan dari kota itu pula Rasulullah ber-mi'raj. Kota itu menyaksikan hadirnya para anbiya, seperti Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa. Umar akhirnya menerima pandangan Ali dan segera berangkat ke Yerusalem. Sebelum berangkat, Umar menugaskan Ali untuk menjalankan fungsi dan tugasnya di Madinah selama dirinya tidak ada.
Kepergian Khalifah Umar hanya ditemani seorang pelayan dan seekor unta yang ditungganginya bergantian. Ketika mendekati Desa Jabiah di mana panglima dan para komandan pasukan Muslim telah menantikannya, kebetulan tiba giliran pelayan untuk menunggang unta tersebut. Pelayan itu menolak dan memohon agar khalifah mau menunggang hewan tersebut. Tapi Umar menolak dan mengatakan bahwa saat itu adalah giliran Umar yang harus berjalan kaki. Begitu sampai di Jabiah, masyarakat menyaksikan suatu pemandangan yang amat ganjilyang belum pernah terjadi, ada pelayan duduk di atas unta sedangkan tuannya berjalan kaki menuntun hewan tunggangannya itu dengan mengenakan pakaian dari bahan kasar yang sangat sederhana. Lusuh dan berdebu, karena telah menempuh perjalanan yang amat jauh.
Di Jabiah, Abu Ubaidah menemui Khalifah Umar. Abu Ubaidah sangat bersahaya, mengenakan pakaian dari bahan yang kasar. Khalifah Umar amat suka bertemu dengannya. Namun ketika bertemu dengan Yazid bin Abu Sofyan, Khalid bin Walid, dan para panglima lainnya yang berpakaian dari bahan yang halus dan bagus, Umar tampak kurang senang karena kemewahan amat mudah menggelincirkan orang ke dalam kecintaan pada dunia.
Kepada Umar, Abu Ubaidah melaporkan kondisi Suriah yang telah dibebaskannya itu dari tangan Romawi Timur. Setelah itu, Umar menerima seorang utusan kaum Kristen dari Yerusalem. Di tempat itulah Perjanjian Aelia (istilah lain Yerusalem) dirumuskan dan akhirnya setelah mencapai kata sepakat ditandatangani. Berdasarkan perjanjian Aelia itulah Khalifah Umar r.a. menjamin keamanan nyawa dan harta benda segenap penduduk Yerusalem, juga keselamatan gereja, dan tempat-tempat suci lainnya. Penduduk Yerusalem juga diwajibkan membayar jizyah bagi yang non-Muslim. Barang siapa yang tidak setuju, dipersilakan meninggalkan kota dengan membawa harta-benda mereka dengan damai. Dalam perjanjian itu ada butir yang merupakan pesanan khusus dari pemimpin Kristen yang berisi dilarangnya kaum Yahudi berada di Yerusalem. Ketentuan khusus ini berangsur-angsur dihapuskan begitu Yerusalem berubah dari kota Kristen jadi kota Muslim.
Perjanjian Aeliasecara garis besar berbunyi: "Inilah perdamaian yang diberikan oleh hamba Allah 'Umar, Amirul Mukminin, kepada rakyat Aelia: dia menjamin keamanan diri, harta benda, gereja-gereja, salib-salib mereka, yang sakit maupun yang sehat, dan semua aliran agama mereka. Tidak boleh mengganggu gereja mereka baik membongkarnya, mengurangi, maupun menghilangkannya sama sekali, demikian pula tidak boleh memaksa mereka meninggalkan agama mereka, dan tidak boleh mengganggu mereka. Dan tidak boleh bagi penduduk Aelia untuk memberi tempat tinggal kepada orang Yahudi."
Setelah itu, Umar melanjutkan perjalanannya ke Yerusalem. Lagi-lagi ia berjalan seperti layaknya seorang musafir biasa. Tidak ada pengawal. Ia menunggang seekor kuda yang biasa, dan menolak menukarnya dengan tunggangan yang lebih pantas.
Di pintu gerbang kota Yerusalem, Khalifah Umar disambut Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius, yang didampingi oleh pembesar gereja, pemuka kota, dan para komandan pasukan Muslim. Para penyambut tamu agung itu berpakaian berkilau-kilauan, sedang Umar hanya mengenakan pakaian dari bahan yang kasar dan murah. Sebelumnya, seorang sahabat telah menyarankannya untuk mengganti dengan pakaian yang pantas, namun Umar berkata bahwa dirinya mendapatkan kekuatan dan statusnya berkat iman Islam, bukan dari pakaian yang dikenakannya. Saat Sophronius melihat kesederhanaan Umar, dia menjadi malu dan mengatakan, "Sesungguhnya Islam mengungguli agama-agama manapun."
Di depan The Holy Sepulchure (Gereja Makam Suci Yesus), Uskup Sophronius menyerahkan kunci kota Yerusalem kepada Khalifa Umar r.a. Setelah itu Umar menyatakan ingin diantar ke suatu tempat untuk menunaikan shalat. Oleh Sophronius, Umar diantar ke dalam gereja tersebut. Umar menolak kehormatan itu sembari mengatakan bahwa dirinya takut hal itu akan menjadi preseden bagi kaum Muslimin generasi berikutnya untuk mengubah gereja-gereja menjadi masjid. Umar lalu dibawa ke tempat di mana Nabi Daud Alaihissalam konon dipercaya shalat dan Umar pun shalat di sana dan diikuti oleh umat Muslim. Ketika orang-orang Romawi Bizantium menyaksikan hal tersebut, mereka dengan kagum berkata, kaum yang begitu taat kepada Tuhan memang sudah sepantasnya ditakdirkan untuk berkuasa. "Saya tidak pernah menyesali menyerahkan kota suci ini, karena saya telah menyerahkannya kepada ummat yang lebih baik ...," ujar Sophronius.
Umar tinggal beberapa hari di Yerusalem. Ia berkesempatan memberi petunjuk dalam menyusun administrasi pemerintahan dan yang lainnya. Umar juga mendirikan sebuah masjid pada suatu bukit di kota suci itu. Masjid ini sekarang disebut sebagai Masjid Umar. Pada upacara pembangunan masjid itu, Bilal r.a. - bekas budak berkulit hitam yang sangat dihormati Khalifah Umar melebihi dirinya - diminta mengumandangkan adzan pertama di bakal tempat masjid yang akan didirikan, sebagaimana adzan yang biasa dilakukannya ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah saw wafat, Bilal memang tidak mau lagi mengumandangkan adzan. Atas permintaan Umar, Bilal pun melantunkan adzan untuk menandai dimulainya pembangunan Masjid Umar. Saat Bilal mengumandangkan adzan dengan suara yang mendayu-dayu, Umar dan kaum Muslimin meneteskan air mata, teringat saat-saat di mana Rasulullah masih bersama mereka. Ketika suara adzan menyapu bukit dan lembah di Yerusalem, penduduk terpana dan menyadari bahwa suatu era baru telah menyingsing di kota suci tersebut.[]
Dikutip dari Knights Templar Knights of Christ, yang ditulis Rizki Ridyasmara, diterbitkan oleh Pustaka Kautsar, 2006.
Langganan:
Postingan (Atom)
