Minggu, 30 November 2008

Beasiswa

Beasiswa

02 Oct 2007

Beasiswa dan program pertukaran

Pemerintah Belanda sangat berkeinginan untuk menjadikan pendidikan tinggi mudah diakses oleh mahasiswa dan profesional dari berbagai negara. Di Belanda, pendidikan tinggi mendapatkan subsidi, ini berarti biaya kuliah dapat ditekan cukup rendah, terutama jika dibandingkan dengan Inggris dan Amerika Serikat.
Program Pertukaran

Cara termudah dan termurah untuk dapat melanjutkan studi di Belanda adalah melalui program pertukaran. Banyak institusi pendidikan tinggi Belanda yang memiliki kerjasama program pertukaran dengan mitra institusi-nya di negara lain di seluruh dunia. Program pertukaran dan perjanjian seringkali ditujukan untuk satu bidang atau disiplin ilmu tertentu. Tanyakan pada universitas mengenai berbagai kemungkinan yang tersedia.
Funding

Ada beberapa kemungkinan memperoleh dana untuk melanjutkan studi. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website www.grantfinder.nl, website yang memuat informasi mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia untuk mahasiswa asing yang ingin studi di Belanda.

Kewirausahaan: Ian Hanafiah

Ian Hanafiah
Enterpreneureship Pariwisata; Antara Rileks dan Bekerja

Oleh: Tim penulis materi kuliah umum kewirausahaan Unand
Penulis :Rivanli Azis dan Ichwan
Editor :Sriwahyudi

Kuliah Umum Kewirausahaan Universitas Andalas memasuki fase minggu kedua dalam bulan November tahun 2008, kali ini yang menjadi sosok dalam mengisi materi kuliah adalah Bapak Ian Hanafiah. Beliau adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata di Sumatera Barat. Bertempat di gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Andalas lantai satu, yang menjadi sentral acara seminar setiap minggunya ini, Bapak Ian Hanafiah yang didampingi oleh sekretaris beliau, Ibu Desi, memberikan materi kuliah umum kewirausahaan.

Sebelum acara inti dimulai, terlebih dahulu acara ini dibuka oleh moderator yang pada kesempatan ini dilakukan oleh Bapak Munzir Buznia selaku direktur Entrepeneurship Center Universitas Andalas. Setelah itu, acara pun di buka dengan kata sambutan dari rektor Universitas Andalas, Bapak Musliar Kasim. Dalam kata sambutan beliau mengatakan bahwa acara seminar kewirausahaan ini menjadi modal spirit bagi mahasiswa untuk maju dan berkembang dalam meningkatkan potensi diri dalam berusaha menggapai masa depan yang gemilang. Selanjutnya, Bapak Musliar Kasim juga mengatakan bahwa program kewirausahaan menjadi perhatian yang sangat besar oleh pihak Dirjen Dikti karena Universitas Andalas adalah satu-satunya kampus yang mengadakan kuliah umum kewirausahaan semacam ini.

Memasuki acara inti, Bapak Ian Hanafiah memulai perkenalan kepada mahasiswa yang mayoritas adalah mahasiswa Universitas Andalas angkatan 2008. Beliau mengatakan dalam perkenalannya tersebut bahwa setiap tetes darahnya adalah bergerak di bisnis pariwisata. Oleh karena itu beliau sangat siap tempur dalam memberikan kuliah umum kewirausahaan mengenai bidang pariwisata, terutama sekali pariwisata di sumatera barat. Dalam meniti karir di industri pariwisata cita-cita beliau adalah bisa pergi ke mana-mana ke seluruh dunia tanpa perlu bayar dan kalau perlu malah dibayar.
Bapak Ian Hanafiah adalah alumni angkatan pertama dari Akademi Pariwisata Bunda Padang. Sekarang pria yang dari dulu tidak ingin menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) ini menjabat sebagai direktur sekaligus pemilik PT Erotama Prima Wisata (PT EPW) yang mempunyai trade mark “PT Ero Tour”. Beliau mampu memposisikan PT Ero Tour sebagai salah satu biro travel yang keberadaannya cukup diperhitungkan atau mampu bersaing di tengah makin ketatnya kompetitor di bidang biro perjalanan pariwisata. Beliau memulai kariernya menjadi seorang free lance guide dari tahun 1986 sampai tahun 1989. Pembawaan materi yang baik dan mudah diterima oleh mahasiswa ini, menjadikan suasana dalam pemberian kuliah umum ini menjadi menarik dan diselimuti oleh humor-humor ringan dari pria yang pandai berdiplomasi ini.

Beliau mengatakan bahwa menjadi seorang free lance guide sangat mengasyikkan dan dapat menambah pergaulan kita kepada masyarakat. Karena pekerjaannya tersebut beliau mudah dikenal oleh berbagai kalangan baik lokal, nasional, maupun internasional. Tak heran beliau mempunyai banyak pelanggan para turis asing yang datang dari berbagai negara di dunia. Beliau juga menambahkan bahwa seorang free lance guide harus memiliki pengetahuan yang sangat luas dan memiliki potensi dalam bergaul, tidak kaku, dan murah senyum. Menurut beliau, senyum adalah sesuatu yang mahal di Sumatra Barat. Inilah modal utama bagi seorang free lance guide. Sembari memberikan materi mengenai kewirausahaan pariwisata ini, beliau juga mengatakan bahwa seorang mahasiswa kalau menjadi seorang free lance guide harus hati-hati karena pekerjaan yang satu ini sangat santai, sering bepergian ke luar daerah, menerima banyak pemasukan, dan harus membangun networking ke luar. Kenapa hati-hati? Jikalau tidak hati-hati mahasiswa tersebut akan tidak fokus atau konsentrasi pada kuliahnya karena “terlalu” menariknya pekerjaan sebagai free lance guide tersebut.

Hal besar yang perlu diketahui bahwa dalam karir industri pariwisata kita tidak akan mengetahui kapan kita bekerja dan kapan kita rileks atau istirahat. Karena pekerjaan dalam bidang pariwisata dilakukan dengan santai, namun santai itu merupakan bagian dari kerjanya. Pak Ian, begitu sapaan akrab beliau, sering terlihat santai berbincang di hotel. Walaupun sebenarnya Pak Ian ketika itu sedang membicarakan masalah bisnis dengan rekan-rekan bisnis atau klien-kliennya. Hal inilah yang menjadi judul dalam penulisan materi kuliah kewirausahaan oleh penulis.

Setelah lulus dari Akademi Pariwisata Bunda Padang beliau menjadi seorang guide. Profesi beliau ini mendapatkan tentangan dari orang tua karena beliau hanya menjadi seorang guide dengan gaji sebesar lima puluh ribu rupiah sebulan. Menurut orang tua beliau adalah sebuah kerugian karena selama kuliah beliau dikirimi uang sebanyak enam puluh ribu rupiah dan setelah kerja hanya mendapat gaji sebesar lima puluh ribu rupiah. Memang hitungan yang matematis tetapi ternyata penghasilan seorang guide bukan hanya dari pihak kantor, tetapi juga mendapatkan “uang tip” dari para turis asing dan dari pihak souvenir shop. Ketika itu seorang guide biasanya mendapatkan pendapatan di atas satu juta rupiah sebulan, jauh lebih banyak dibandingkan seorang PNS ketika itu.

Pada tahun 1989 beliau mempersunting Hj. Asmawita yang sekarang telah memberikannya sepasang anak. Setelah itu beliau mendapatkan tawaran bantuan modal untuk membuka usaha sendiri dari seorang rekan. Tetapi beliau mengatakan bahwa beliau merasa belum waktunya untuk membuka usaha sendiri. Pesan beliau, “Jangan buru-buru berlari kalau baru bisa berjalan”. Menurut Pak Ian, beliau harus mempelajari secara hati-hati kekuatan dan kelemahan diri sendiri. “Menjadi pekerja atau menjadi seorang bos sama-sama bagus yang penting adalah lakukan yang terbaik,” beliau kembali berpesan. Kemudian beliau mulai bekerja di PT Tunas Indonesia Tour & Travel, sebuah perusahaan pariwisata yang cukup terkenal dan mempunyai fasilitas yang lengkap tetapi perusahaan ini kurang berkembang. Di perusahaan tersebut beliau mulai menciptakan link-link kerja. Setelah bekerja selama tujuh tahun di PT Tunas Indonesia Tour & Travel, beliau melanjutkan profesinya sebagai General Manager (GM) PT Citra Tour dari tahun 1996-1997.

Pria yang memiliki status pendidikan Diploma 3 Akademi Pariwisata Bunda Padang ini, lalu memulai usaha bisnisnya menjadi pemilik dan direktur dari PT Ero Tour yang berdiri pada tanggal 4 Februari 1998, ketika itu Indonesia sedang “diterjang” krisis ekonomi dan krisis moneter. Ian Hanafiah menjelaskan bahwa nama perusahaannya tersebut memiliki sejarah tersendiri karena lahir dan berdiri saat reformasi atau lebih lazim disebut Era Reformasi yang disingkat “Ero”. Situasi ekonomi yang sangat tidak mendukung tidak membuat beliau gentar. Dengan modal finansial yang sangat terbatas Pak Ian menjalankan PT Ero Tour, bahkan ketika itu PT Ero Tour belum mempunyai komputer. Bagi beliau modal finansial bukanlah satu-satunya modal. Selama bekerja sebagai free lance guide, bekerja di PT PT Tunas Indonesia Tour & Travel dan di PT Citra Tour, beliau telah menciptakan link-link kerja yang kemudian menjadi modal terbesar bagi beliau dalam meniti karir di bidang pariwisata.

Saat bekerja dan dalam pergaulannya beliau membuat link-link pergaulan sebanyak mungkin seperti di organisasi, pertemanan, seminar-seminar, dan bahkan di pesta perkawinan atau ulang tahun. Kepercayaan dan kejujuran justru lebih penting dibandingkan dengan modal finansial. Pria yang berasal dari Sumatera Barat ini juga memberikan tips dalam membangun kepercayaan, yaitu dengan melayani tamu dengan sepenuh hati dan selalu berusaha menjaga hubungan dengan tamu.Produk PT Ero Tour mampu bersaing dengan para kompetitornya karena adanya kepercayaan dari pelanggan dan mitra kerja. Dalam menjalankan bisnis yang digelutinya, kejujuran, keterbukaan, dan pelayanan prima merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar, sehingga tamu tidak merasa dibohongi dengan paket-paket yang ditawarkan. Jangan sampai tamu merasa dibohongi oleh janji-janji muluk travel biro pada saat akan melakukan perjalanan wisata. Pastikan bahwa janji yang diberikan biro travel betul-betul sesuai. Misal, pada saat menginap di hotel, pastikan hotel bintang berapa, fasilitasnya apa dan lain sebagainya.

Perusahaan yang berkantor di Jl. Ir. Juanda No. 69 Padang ini telah mempunyai pelanggan dan mitra kerja lokal, nasional, dan bahkan internasional. Karena banyaknya turis asing yang menjadi tamu PT Ero Tour pendapatan PT Ero Tour sangat tinggi karena penghasilannya berupa mata uang dollar. Usahanya akan sangat menghasilkan uang banyak apabila harga dollar melambung tinggi, namun ia mengkhawatirkan akan tindakan terorisme, bencana alam karena akan membuat para turis asing tidak melakukan perjalanan wisata ke Indonesia, khususnya sumatera barat.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan wisata melalui biro travel sebaiknya betul-betul selektif, sehingga perjalanan wisata betul–betul menjadi perjalanan wisata yang menyenangkan. Menurut ayah dua anak ini, dalam memberikan kontribusi kepada daerah berkaitan dengan bisnis yang digeluti, hanya satu keinginan, bagaimana mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin ke Sumbar. Sehingga Pandapatan Asli Daerah (PAD) juga bisa meningkat, di samping juga lebih mengenalkan wisata Sumbar, sehingga lebih dikenal di luar. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (DPD ASITA) Sumbar ini memimpikan pariwisata Sumbar mampu mengalahkan pariwisata Bali. Secara potensi objek wisata tak kalah dibandingkan Bali,Sumbar boleh dibilang daerah teraman di Indonesia saat ini.

Bisnis pria yang mempunyai hobbi traveling ini adalah memfokuskan pada pemanduan turis asing ke dalam negeri bukan ke luar negeri. Namun hal itu tidak tertutup kemungkinan dapat dilakukan sesuai dengan permintaan dari para turis itu sendiri. Selain sejumlah perjalanan karier yang bagus, beliau juga memiliki pengalaman mengajar. Dari tahun 1994 sampai tahun 1998 beliau menjadi dosen luar biasa mata kuliah guiding technic di Akademi Pariwisata Bunda Padang. Beliau juga pernah menjadi dosen luar biasa di LP3I pada tahun 2000-2001. Dan pada tahun 2004-2005, beliau menjadi Ketua Jurusan Usaha Perjalanan Wisata Akademi Pariwisata Bunda Padang, meskipun ketika itu sedikit bermasalah karena seorang ketua jurusan diharuskan berijazah strata-1.

Bisnismen yang memiliki prinsip NPM (Nan Paralu Pitih Masuak) ini sangat menyukai profesi yang telah dilakukannya selama 20 tahun. Bisnis pariwisata merupakan bisnis yang menyenangkan karena kita dapat mengenal daerah wisata berbagai daerah di Indonesia, terutama sumatera barat. Dengan modal pengetahuan akan potensi wisata daerah serta kemampuan berbicara yang baik, maka pekerjaan ini sangat rileks dan santai namun berpenghasilan tinggi karena dibayar dengan dollar. Ia menambahkan bahwa dalam meningkatkan potensi sumatera barat ini yang harus diperlukan adalah penerapan prinsip “something to do” akan objek wisata yang ada di Sumatera Barat karena selama ini pariwisata kita hanya menawarkan “something to see”. Hal demikian perlu menjadi perhatian karena dirasa objek wisata sumbar tidak kalah bagusnya dengan objek yang ada di luar sumatera, terlebih pulau jawa.

Dalam “mengarungi” bisnisnya pariwisata tour ini, beliau telah banyak mendapatkan prestasi usaha, antara lain aladah The Best Seller Agent Production pada Novotel Hotel pada tahun 2001, 2003, 2004, 2005, 2006, dan 2007. Pada Pusako Hotel dari tahun 2000, 2003, 2004, 2005, 2006, dan 2007. Dari Bumi Minang Hotel pada tahun 2005, 2006, dan 2007. Pada Hotel Rocky Plaza tahun 2006 dan 2007 dan yang terakhir dari The Ambacang Hotel pada tahun 2007. Selain itu, Ian Hanafiah juga mendapatkan penghargaan dari forum wartawan pariwisata Sumatra Barat sebagai The Best Inbound Tour Operator tahun 2006 dan 2007, juga sebagai A Lifetime Achievement tahun 2006. Ian Hanafiah juga pernah mendapatkan award dari Kadin Kota Padang sebagai Enterpreneure Pariwisata Sumatera Barat pada tahun 2007. Berbagai penghargaan tersebut dikatakannya sebagai hasil “jerih payahnya” selama ini dalam menggeluti bidang pariwisata, sehingga karena menariknya kegiatan bisnis ini dia mengatakan bahwa kalau anda seorang yang jujur maka datanglah ke bisnis pariwisata, karena jika bisnis ini dilakukan dengan tidak jujur, maka bisnis tersebut akan hancur dan berantakan.
Pak Ian kini mulai mengembangkan wisata alam bebas atau outbound di Sumatera Bara. Alam Sumatera Barat sangat mendukung untuk wisata outbound yang kini sedang digandrungi para wisatawan. Saat ini peluang paling bagus membuat bisnis outbound untuk menarik minat wisatawan remaja dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, serta wisatawan domestik. Wisata seperti ini sedang tren untuk anak muda, karena mereka suka yang banyak tantangan. Sebenarnya membuat dan mengelola wisata outbound gampang sekali, tapi tidak ada investor yang berminat menggarap tempat wisata seperti ini di Sumatera Barat, padahal lokasinya amat banyak seperti di Lembah Harau, Lembah Anai, Ngalau, Ngarai Sianok, dan lainnya. Selama ini wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat hanya dibawa jalan-jalan ke tempat-tempat wisata, berfoto-foto, lalu pergi. Sehingga tidak bisa menahan mereka lebih lama untuk tinggal di Sumatera Barat.
Dalam memberikan materi kuliah umum kewirausahaan tersebut, Ian Hanafiah menjabarkan mengenai gambaran umum tentang biro perjalanan wisata. Ditinjau dari ruang lingkup usaha perjalanan wisata terbagi 2 : Biro Perjalanan Wisata, Agen Perjalanan Wisata. Paket wisata dapat dikategorikan : Tailor Made Package Tour, yang mana untuk perjalanan wisata tersebut berdasarkan pada permintaan dari turis. Serta Ready Made Package Tour maksudnya adalah paket perjalanan wisata telah terprogram oleh pihak biro wisata tersebut. Pengusaha yang memiliki prinsip “tak paralu top, yang paralu hanyo pitiah” tersebut menjabarkan kegiatan biro perjalanan wisata tersebut, antara lain adalah Inbound Tour, Outbound Tour, Umroh & Haji, Cruise, Guiding, Ticketing, Car Rental & Coach Hire, Hotel Reservation, dan Documen Perjalanan

Dalam memulai suatu usaha pariwisata yang menyenangkan, Ian Hanafiah mendeskripsikan perjalanan panjang hidupnya dalam memulai dan memasuki bisnis yang punya moto “fun and money” ini. Setelah lulus SMA, beliau awalnya juga bermaksud kuliah di Universitas Andalas. Ketika tanggal pengumuman seleksi, sesampai di terminal beliau langsung melihat pengumuman di koran. Sayangnya, beliau tidak lulus dan tidak mau ambil pusing kemudian beliau melihat iklan kampus Akademi Pariwisata Bunda Padang di koran itu. Ketika itu, Akademi Pariwisata Bunda adalah kampus baru dan beliau belum tahu apa-apa tentang kampus itu. Beliau kemudia mencari informasi tentang kampus itu. Akademi Pariwisata Bunda membuka dua jurusan yaitu Perhotelan dan Usaha Wisata. Akhirnya beliau mendaftar di Jurusan Usaha Wisata karena sesuai dengan kegemaran traveling-nya.

Selama semester pertama kuliahnya, beliau sedikit tertinggal dengan teman-temannya yang kebanyakan orang-orang kota. Semester dua beliau mulai sadar untuk menentukan sikap dan pilihan. Pada liburan semester dua, beliau pulang kampung dan tidak mendapat apresiasi dari guru SMA beliau karena hanya kuliah di kampus pariwisata. Namun itulah yang menjadi semangat bagi beliau untuk semakin fokus dalam meniti karir di bidang pariwisata. Beliau lalu mulai mempersiapkan diri untuk bekerja setelah lulus nanti.

Beliau selalu semangat dan berminat dengan sesuatu apapun yang berhubungan dengan pariwisata. Beliau mulai membuat kliping tentang pariwisata, bahkan beliau harus meminta koran dari warung. Dan sesekali waktu beliau juga membaca-baca koran, khususnya berita atau artikel kepariwisataan, di bawah Padang Teater. Di kampus beliau juga disediakan brosur-brosur pariwisata, tetapi karena terbatas dan beliau sangat berminat sampai-sampai beliau mencuri brosur itu. Kemudian di tempat brosur itu diberi pengumuman “Brosur ini disediakan untuk dicuri”, setelah itu beliau tidak mengambil lagi brosur itu. Untuk mendukung minatnya beliau juga mempelajari ilmu sejarah, geografi, budaya dan khususnya bahasa inggris. Pak Ian memberikan semangat dan motivasi kepada kurang lebih 150 mahasiswa yang hadir memenuhi ruang PKM tersebut dengan pernyataannya, “Mulailah mencari tahu lingkungan kerja dan industri sesuai bidang ilmu yang dipelajari dan rajin membaca buku-buku kepribadian dan sikap cara bicara yang sebagian tidak didapatkan selama belajar di kampus”. Menurut beliau ilmu-ilmu umum yang tidak didapatkan di kampus tersebut justru terasa manfaatnya ketika kita telah memasuki lingkungan kerja.

Beliau juga pernah mencoba keberuntungannya di Jakarta. Beliau bermaksud mencari kerja di Ibu Kota dan telah banyak surat lamaran yang beliau kirim tetapi surat panggilan tidak satu pun diterima. Suatu ketika ada satu surat balasan yang diterima beliau, namun miris karena surat itu hanya berbunyi, “Maaf belum ada pekerjaan untuk Anda”. Setahun menjadi pengangguran di Jakarta membuat beliau menderita. Kemudian beliau mengikuti kursus bahasa inggris namun beliau tidak pernah mendapatkan sertifikat karena beliau tidak mampu membayar uang ujian kenaikan tingkat.

Akhirnya beliau kembali ke Padang dan harus menyelesaikan skripsinya. Sembari menyelesaikan skripsinya, beliau bekerja di hotel sebagai bell boy dengan tips sebesar seribu rupiah. belum pulang kerja padahal teman-temannya sudah pulang. Atasannya tersebut melihat beliau begitu tekun bekerja sampai pulangnya paling akhir. Tetapi sebenarnya beliau terlambat pulang karena beliau harus mengetik skripsinya di hotel tempat kerjanya. Ketika itu beliau juga menyewakan vespa kesayangannya untuk menambah penghasilan.
Ada suatu motivasi tertentu yang disampaikan Ian Hanafiah sebagai profesi yang melandaskan kinerja rileks dan santai namun bekerja ini harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan menerapkan rasa cinta pada pekerjaan tersebut. Rasa cinta akan pekerjaan akan mendorong seseorang untuk menghargai waktunya dengan baik Letak perbedaan antara rileks dan bekerja ini adalah Bangga berprofesi sebagai Pramuwisata (memegang peranan utama yang membawa saya jadi pengusaha pariwisata), Bertemu dengan banyak wisatawan yang berbeda adat / budaya serta mendapat kesempatan untuk belajar dan mengambil sisi baiknya.

Bagi Ian Hanafiah uang bukanlah satu-satunya modal untuk berbisnis, kejujuran dan kepercayaan jauh lebih penting dibandingkan modal berupa uang. Uang bisa dipinjam, tetapi kejujuran dan kepercayaan tidak dapat dinilai dengan uang. Beliau juga berpesan, rajin dan disiplin sangat menentukan kesuksesan seseorang dan jalankan pekerjaan dengan prinsip “Do The Best” di setiap ada kesempatan. Banyak orang latah melihat usaha yang sedang tren kemudian ikut-ikutan tapi akhirnya bangkrut karena tidak menguasai bisnis tersebut.

Sebelum mengakhiri materi kulaih umum kewirausahaan tersebut, bapak Ian Hanafiah menyampaikan saran dan pesan kepada para mahasiswa. Seharusnya mahasiswa rajin membaca, tidak hanya didiplin ilmu yang ditekuninya tetapi juga termasuk disiplin ilmu yang lain agar pengetahuan tidak sempit. Mahasiswa juga harus jujur, ulet, dan pantang menyerah. Kemudian mahasiswa juga harus berusaha mengenali dunia kerja sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari dan mencari link dan referensi sedini mungkin. Mahasiswa tidak boleh takut dan lari dari masalah karena kesuksesan adalah akumulasi dari kemampuan kita mengatasi setiap masalah yang dating. Sukses tidak lahir karena kebetulan dan keberuntungan semata tapi terwujud karena diusahakan, harus ada target, perencanaan yang matang, keyakinan, kerja keras, dan niat baik. Masa depan kita tidak tergantung dengan apa pekerjaan kita tetapi tergantung pada bagaimana kita mengerjakan pekerjaan itu.

Hal tersebut diataslah yang menjadi tips dari seorang Ian Hanafiah dalam membangun bisnisnya ini selama kurang lebih 20 tahun ini. Acara seminar kewirausahaan Unand kali ini mempunyai berbagai peristiwa menarik, yang pertama adalah waktu pelaksanaan seminar ini merupakan yang terlama dalam pelaksanaan seminar kewirausahaan selama yang ada sampai hari ini. Durasi yang diberikan rektor adalah 2 jam namun pembicara melakukannya telah melampaui waktu 2,5 jam lamanya, sungguh bersemanganya pemateri hingga lupa akan waktu, hal ini patut kita hargai kata bapak Musliar Kasim selaku Rektor Unand. Kedua, adalah adanya pengaturan baru terhadap para peserta seminar ini, yaitu adanya peraturan terhadap pakaian, sikap dan tata cara mengikuti pelaksanaan seminar ini, hal ini dirasa perlu karena menurut rektor ada sebagian mahasiswa yang hadir tidak mengikuti acara dengan baik, seperti meribut, menelepon, dan ada juga peserta yang memakai sendal ke acara tersebut. Untuk itu, Bapak Musliar Kasim memberikan pengaturan yang baru tentang mekanisme dan tata cara pelaksanaan pelatihan kewirausahaan ini yang akan diterapkan selanjutnya untuk acara seminar ini berikutnya. Hal ini dilakukan guna kepentingan mahasiswa itu sendiri, seorang pengusaha adalah seorang yang berpikir maju dan berpenampilan menarik serta menghargai setiap pembicaraan yang diikutinya.

PROGRAMME INFO

PROGRAMME INFO

Master of Business Administration
(KPT/JPS(PA8770)02/2013)


Graduates who qualify for INTI-UC's Master of Business Administration will also receive equivalent University of Hertfordshire awards*.

The INTI University College’s Master of Business Administration (MBA) programme is a specially designed post graduate degree that gives valuable knowledge about business management. The necessary knowledge and skills acquired, both theoretical as well as practical, can benefit students in managerial and administrative jobs.? The programme is a high level, specialist qualification that could give students better career opportunities and great promotional prospects.

The full time (one-year) or part time (two-year) MBA programme from INTI-UC comprises of 10 core modules, a business project, elective modules chosen from six specialist area such as Finance, International Business, Marketing, and Human Resources Management. These modules equip students with a well rounded business administration education that enable them to effectively further their business careers.

WHY INTI-UC MBA
# Students who have successfully completed the programme will receive a dual award*, i.e. an INTI-UC MBA award and a MA in Management Studies award from University of Hertfordshire, UK.
# Students will be exposed to real-life business consultancy projects through the INTI Business Advisory Group, a student/faculty-staffed consulting centre that provides opportunities for students to gain consultation skill and real world experience.
# A team of competence academic staff who are either PhD qualified or professionally qualified and possess teaching experience at the Masters level and/or industrial exposure.
# Students will be exposed to educational environment characterised by experiential learning, excellent teaching, and a high degree of interaction with faculty and students.

* Subject to validation

Note: All information is subject to change without prior notice.

Senin, 24 November 2008

Lomba Ilmiah Mahasiswa Sosial UI 2009

Lomba Ilmiah Mahasiswa Sosial UI 2009
View As PDF


Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Indonesia kembali menggelar Lomba Ilmiah Mahasiswa Sosial dan Politik UI (LIMAS UI) 2009. Kali ini mengangkat tema “Membangun Karakter Bangsa; Kenali Dirimu, Bangun Indonesiamu”. Grand Launching kegiatan ini diresmikan oleh Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, MSc pada Senin, 17 November 2008, di gedung AJB Bumiputera FISIP UI. Ada pun puncak acara dan pengumuman pemenang akan dilaksanakan bulan Maret 2009.

Kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengikutsertakan kalangan internal FISIP UI, LIMAS UI 2009 juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam berbagai kategori yang dilombakan. Mahasiswa UI dapat mengikuti lomba karya tulis ilmiah, lomba essai, lomba debat, dan lomba fotografi. Sementara untuk kalangan di luar UI dibuka kategori lomba cerita anak dan film dokumenter bertema ekonomi kreatif. Pendaftaran berbagai lomba tersebut mulai dibuka usai acara Grand Launching. Menandai peluncuran acara LIMAS UI 2009 ini, diadakan talkshow “Mau Sukses Nanti, Bangun Karaktermu Sekarang,” dengan menghadirkan pembicara Winarini W.D. Mansoer M.Ed.St, Ph.D. dan Dr. Haidar Bagir.



“Ajang ini akan menjaring dan mengasah mahasiswa untuk lebih profesional dalam berpikir, berorganisasi, dan bekerja sama. Dengan LIMAS ini kita akan mengkaji dan menata pikiran kita secara lebih kritis serta menggunakan intelektualitas untuk berkarya,” ujar Dekan FISIP UI saat memberi sambutan. Sementara itu, Pandu Utama Manggala selaku Ketua BEM FISIP UI sekaligus mantan Project Officer LIMAS UI pertama tahun 2007 juga turut memberikan sambutan.



LIMAS UI menjadi program kerja tetap BEM FISIP UI sejak 2007. Sementara itu, LIMAS FISIP UI 2008 memperoleh anugrah sebagai pokja terbaik se-Universitas Indonesia. (RR Arie Wijayanti)
(humas-ui/17 November 2008)

BUETY NASIR CENTRE (BNC)

Disain Lomba Karya Tulis Pelajar, Mahasiswa & Umum
BUETY NASIR CENTRE (BNC)

PENDAHULUAN

Tradisi lisan kerap kali menggeser tradisi tulisan. Tradisi lisan, hanya mampu menjangkau entitas yang terbatas, padahal peradaban dan sejarah suatu bangsa dibangun berdasarkan tradisi tulisan yang kuat, semakin tinggi semangat tradisi tulisan yang dilahirkan dari suatu entitas atau bangsa maka semakin tercerahkan peradaban bangsa tersebut.

Dari sekolah dan perguruan tinggi sejatinya melahirkan para intelektual-intelektual yang memiliki tradisi tulis yang tinggi, faktanya, masih banyak pelajar dan mahasiswa yang tertatih-tatih mengembangkan tradisi tulisan dalam setiap nafas pemikiran yang dikeluarkan. Kepekaan terhadap kondisi lingkungan sosial penting, seringkali kepekaan tersebut tidak dapat dimanifestasikan dalam bentuk gerakan yang sistematis dengan dasar pemikiran yang tepat karena kaum muda memliki keterbatasan menuangkan idenya dalam bahasa tulisan. Akibatnya, gerakan sosial dan politik merengkuh wilayah ide dan gerakan yang terbatas, karena tidak mampu menembus ruang-ruang entitas lain.

Melalui disain lomba karya tulis pelajar, mahasiswa dan umum ini, Buety Nasir Centre (BNC) ingin berpartisipasi memberikan ruang dan menggali bakat literasi bagi pelajar dan mahasiswa di propinsi Banten.


NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama ” Lomba Karya Tulis Pelajar, Mahasiswa dan Umum” Buety Nasir Centre.PELAKSANA KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Buety Nasir Centre, yakni organisasi kajian yang didedikasikan oleh Drs. Bueti Nasir untuk mengembangkan pemikiran ilmu sosial dan politik Islam di Indonesia.


BENTUK KEGIATAN

Penilaian kegiatan dilakukan oleh tim juri yang idependen dari kalangan akademisi dan wartawan. Tulisan yang layak akan dimuat di Website www.buetynasircentre.com dan Harian Lokal SatelitNews Radar Banten dan Harian Tribune Tangerang serta dipresentasikan di depan dewan juri.

Pemenang lomba ditentukan setelah melalui tahapan penilaian tulisan dan presentasi tulisan di depan dewan juri. Para pemenang berhak atas sejumlah hadiah dalam bentuk bea siswa Buety Nasir.

1. Pemenang I, Bea siswa Buety Nasir Rp.3 juta
2. Pemenang II, Bea siswa Buety Nasir Rp. 2.5 juta
3. Pemenang III, Bea Siswa Buety Nasir Rp. 2 juta
4. Pemenang Harapan 1, Bea siswa Buety Nasir Rp. 1.5 juta
5. Pemenang Harapan 2, Bea siswa BUety Nasir Rp. 1 juta



WAKTU PELAKSANAAN



WAKTU


JENIS KEGIATAN


TEMPAT
20 Jan s.d 20 Feb. 2009

Publikasi Uji Publik (Melalui Website www.buetynasircentre.com)

Buety Nasir Centre
22 Februari 2009

Presentasi Karya Tulis

Beuty Nasir Centre
25 Februari 2009

Seminar dan Pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis/Pembagian Hadiah

Buety Nasir Centre


Tulisan paling lambat diterima oleh panitia lomba karya tulis Buety Nasir Centre, pada Tanggal 15 Januari 2009 Tulisan dapat dikirimkan, dalam bentuk hard copy dan soft copy (didalam CD) ke kantor, Buety Nasir Centre. Jl. Qomari Raya Blok C No. 18, Perumahan Villa Ilhami-Islamic, Kecamatan Curug Tangerang. (021) 68275985. Kontak Person, D. Anzar (0816782153).



PRASYARATAN PESERTA

A. Syarat Umum

1. SMU kelas 3 atau Mahasiswa
2. Memiliki KTP propinsi Banten
3. Mengkikuti lomba sesuai dengan kategori (Pelajar, Mahasiswa atau Umum)
4. Naskah adalah asli tulisan peserta
5. Naskah belum pernah diikutkan pada lomba karya tulis lain.
6. Naskah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
7. Diketik pada Kertas A4, spasi 1,5 dan font times New Roman Ukuran 12,
disertai dengan softcopynya.
8. Untuk presentasi peserta mempersiapkan powerpoint.

B. Syarat Khusus

1. Panjang tulisan minimal 4 lembar, 5000 karakter.
2. Judul tulisan bebas
3. Tema tulisan adalah (pilih salah satu) :
a. Mencari Format Politik Islam ideal
b. Potensi Kepemimpinan Muda Di Indonesia


PENJURIAN

1. Juri terdiri dari 3 orang, yakni akademisi, wartawan dan Politisi.
2. Naskah yang tidak memenuhi syarat, tidak diikutsertakan dalam penilaian.
3. Naskah yang masuk adalah hak panitia.
4. Unsur penilaian meliputi: Keaslian tulisan, Progresifitas ide,
5. kesesuaian judul dengan tema, Ejaan, tanda baca, struktur karya tulis
dan Bobot dan isi tulisan.
6. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.



KEPANITIAN

Tim Media Centre, Buety Nasir Centre.


PENUTUP

Demikian Disain karya tulis ini kami sampaikan. Semoga hal ini akan memberikan nilai tambah bagi peningkatan mutu anak negeri khususnya pelajar dan mahasiswa di Propinsi Banten. Semoga Allah SWT selalu meridhai seluruh aktivitas baik yang kita lakukan. Amin.

Tangerang, 28 Oktober 2008

Tim
Buety Nasir Centre

Pemenang Lomba AL 2008

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA 2008

Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2008, Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) telah menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis (LKT) bertemakan: “Dengan Memperingati Hari Dharma Samudera 2008 Kita Bangun Kekuatan TNI AL Yang Mampu Mengantisipasi Ancaman Pertahanan Negara Bidang Maritim Pada Dasawarsa Pertama Abad Ke-21”. LKT bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat umum. Lomba ini diikuti oleh 71 peserta, yang terdiri atas peserta dari kalangan anggota TNI AL beserta keluarga dan dari umum (mahasiswa/pelajar/umum).

Setelah melalui proses penjurian dan penilaian dapat ditentukan 6 peserta terbaik dari TNI AL dan 6 peserta terbaik dari umum. Adapun peserta terbaik dari TNI AL, adalah:

1. Mayor Laut (KH) Adi Bandono Nrp. 11254/P Pama AAL, dengan karyanya: “Melalui Penerapan Pendidikan Berbasis Kompetensi Di Akademi Angkatan Laut”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000, 00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.

2. Lettu Laut (T) Dwi Gunawan Nrp. 16603/P Pama KRI Slamet Riyadi Koarmatim, dengan karyanya: “Peran TNI Angkatan Laut Dalam Pertahanan Negara Di Daerah Perbatasan Wilayah Perairan Indonesia”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.

3. Pengatur Tk. I II/D Y. Bambang Ristiadi Nip. 0302208976 anggota Rumkital Marinir Cilandak, dengan karyanya: “Peran TNI AL Yang Besar, Kuat Dan Profesional Dalam Menghadapi Ancaman Di Laut Guna Menjaga Kedaulatan Wilayah Perairan Nusantara Menjelang Abad Ke-21”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.

4. Lettu Mar Jon Gustap Kahiking Nrp. 16655/P Pama Pasmar I Surabaya, dengan karyanya: “Peran TNI AL Dalam Pengembangan Potensi Maritim Dalam Upaya Mendukung Pembangunan Kekuatan TNI AL Dalam Menjaga Keutuhan NKRI”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.00,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.

5. Kapten Laut (KH) Djemy Wagiu Nrp. 13007/P Pama Denma Mabesal, dengan karyanya: “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Mendukung Kekuatan Maritim”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.

6. Letkol Laut (S) Ivan Yulivan, SE, MM., Pamen Kormar, dengan karyanya: “Membangun Sistem Pertahanan Keamanan Negara Di Bidang Maritim Dengan Image Building”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.



Sementara peserta terbaik dari umum, adalah:

1. Kacung Dwi Prawoto, Nim. 0410820035 dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, dengan karyanya: “Perencanaan Strategi Pertahanan Nasional Berwawasan Kemaritiman Dengan Memanfaatkan Pulau-Pulau Terluar Sebagai Basis Pangkalan Armada Laut Dan Markas TNI AL Dalam Menghadapi Ancaman Global Bidang Maritim”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.

2. Prakoso Bhairawa Putera S, dari Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, dengan karyanya: “Menggapai Keutuhan NKRI: Strategi Penataan Dan Pemeliharaan Batas Wilayah Melalui Penguatan Tata Ruang Pulau-Pulau Kecil Terluar”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.

3. Jhony Binsar Halomoan Sihotang, Nim. 021002139, Unika Atmajaya, Yogyakarta, Jawa Tengah, dengan karyanya: “ Mari Kita Bangun Kerjasama Kekuatan TNI Angkatan Laut Dan Masyarakat Demi NKRI”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.

4. Amelya Gustina, Jl. Mr. Asaat No. 50 A Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan karyanya: “ Upaya Meningkatkan Peran TNI AL Dalam Menjaga Pertahanan Dan Keamanan Dalam Menghadapi Era Globalisasi Pada Abad Ke-21”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.

5. Awidya Santikajaya, KBRI Washington D.C., USA, dengan karyanya: “Reaktivasi Industri Militer Maritim: Langkah Strategis Menuju Modernitas Dan Kemandirian TNI AL”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.

6. Sandi Gunawan, Jl. Pedurenan Masjid 5/15, DKI Jakarta, denga karyanya: “Penerapan Vessel Monitoring System Sebagai Solusi Alternatif Dalam Pengawasan Perairan Indonesia”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.



Penyerahan hadiah dan piagam bagi peserta terbaik I s/d III (anggota TNI AL dan umum) akan dilaksanakan pada Upacara Hari Dharma Samudera tgl. 15 Januari 2008 di Teluk Jakarta. Sementara bagi peserta terbaik lainnya akan dikirim ke Kotama/Satker masing-masing. Peserta terbaik I s/d III hadir dengan tenue PDU-I.





posted @ Wednesday, January 09, 2008 3:55 PM by dispenal

Info Lomba Karya Tulis Angkatan Laut

LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2009
September 21, 2008 – 9:40 pm

Deadline: 10 Desember 2008
Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tanggal 15 Januari 2009 akan dilaksanakan lomba karya tulis bagi anggota militer dan PNS TNI AL serta untuk umum. Lomba karya tulis ini bertujuan untuk menggugah dan menggali gagasan serta pemikiran dari anggota TNI AL dan masyarakat umum tentang wawasan kemaritiman dalam rangka mendukung pembangunan sektor [...]

Deadline: 10 Desember 2008

Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tanggal 15 Januari 2009 akan dilaksanakan lomba karya tulis bagi anggota militer dan PNS TNI AL serta untuk umum. Lomba karya tulis ini bertujuan untuk menggugah dan menggali gagasan serta pemikiran dari anggota TNI AL dan masyarakat umum tentang wawasan kemaritiman dalam rangka mendukung pembangunan sektor kelautan.

Tata cara penulisan dengan ketentuan sebagai berikut: materi tulisan bebas baik berupa telaahan perorangan, hasil kajian, sistem, metoda maupun penemuan baru hasil penelitian.

Tulisan diketik satu setengah spasi pada kertas HVS ukuran A4, huruf Arial font 12, tebal minimal 20 halaman dan dijilid dengan sampul warna biru untuk peserta TNI AL serta warna kuning untuk peserta umum.

Kriteria penilaian meliputi kelengkapan persyaratan nilai 10, materi dan sistematika tulisan nilai 75, penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai EYD nilai 15, maksimal nilai 100. Karya yang dilombakan belum pernah diikutkan dalam lomba karya tulis manapun.

Karya tulis dijilid rangkap dua dan menyertakan copy CD dalam sampul tertutup dikirim kepada

Panitia LKT Dharma Samudera 2009
Dispenal Gedung B-4 lantai 2
Mabesal Cilangkap
Jaktim 13870

paling lambat tanggal 10 Desember 2008 cap pos.

Setiap tulisan dari anggota TNI AL harus disahkan kasatker dan tulisan menjadi milik panitia. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi panitia ke telepon (021) 8723311 dan (021) 8723308.

Akan dipilih tiga peserta terbaik dari TNI AL dan umum, tiga peserta untuk juara harapan dan kepada para pemenang akan diberikan piagam penghargaan dan hadiah berupa uang.

Pengumuman pemenang dimuat di majalah Cakrawala dan website TNI AL di www.tnial.mil.id.

Besarnya hadiah uang bagi pemenang lomba adalah :

* juara satu Rp 3.000.000,-
* juara kedua Rp 2.000.000,-
* juara ketiga Rp 1.000.000,-.
* juara harapan satu Rp 700.000,-
* juara harapan kedua Rp 600.000,-
* juara harapan ketiga Rp 500.000,-.

Piagam penghargaan dan hadiah uang bagi juara satu, dua dan tiga baik dari TNI AL maupun umum akan diserahkan pada upacara peringatan Hari Dharma Samudera tanggal 15 Januari 2009.

Sumber: Situs resmi TNI AL dan Antara Jatim, via kontribusi dari Mat Sholeh (inbox infolomba[at]gmail.com)